Cinta adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan afeksi terhadap seseorang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.
Definisi
Cinta adalah satu perkataan yang mengandungi makna perasaan yang rumit. Bisa di alami semua makhluk. Penggunaan perkataan cinta juga dipengaruhi perkembangan semasa. Perkataan sentiasa berubah arti menurut tanggapan, pemahaman dan penggunaan di dalam keadaan, kedudukan dan generasi masyarakat yang berbeda. Sifat cinta dalam pengertian abad ke 21 mungkin berbeda daripada abad-abad yang lalu. Ungkapan cinta mungkin digunakan untuk meluapkan perasaan seperti berikut:
1. Perasaan terhadap keluarga
2. Perasaan terhadap teman-teman, atau philia
3. Perasaan yang romantis atau juga disebut asmara
4. Perasaan yang hanya merupakan kemahuan, keinginan hawa nafsu atau cinta eros
5. Perasaan sesama atau juga disebut kasih sayang atau agape
6. Perasaan tentang atau terhadap dirinya sendiri, yang disebut narsisisme
7. Perasaan terhadap sebuah konsep tertentu
8. Perasaan terhadap negaranya atau patriotisme
9. Perasaan terhadap bangsa atau nasionalisme
Pengunaan perkataan cinta dalam masyarakat Indonesia dan Malaysia lebih dipengaruhi perkataan love dalam bahasa Inggris. Love digunakan dalam semua amalan dan arti untuk eros, philia, agape dan storge. Namun demikian perkataan-perkataan yang lebih sesuai masih ditemui dalam bahasa serantau dan dijelaskan seperti berikut:
1. Cinta yang lebih cenderung kepada romantis, asmara dan hawa nafsu, eros
2. Sayang yang lebih cenderung kepada teman-teman dan keluarga, philia
3. Kasih yang lebih cenderung kepada keluarga dan Tuhan, agape
4. Semangat nusa yang lebih cenderung kepada patriotisme, nasionalisme dan narsisme, storge
[sunting] Etimologi
Beberapa bahasa, termasuk bahasa Indonesia atau bahasa Melayu apabila dibandingkan dengan beberapa bahasa mutakhir di Eropa, terlihat lebih banyak kosakatanya dalam mengungkapkan konsep ini. Termasuk juga bahasa Yunani kuno, yang membedakan antara tiga atau lebih konsep: eros, philia, dan agape.
Cinta adalah perasaan simpati yang melibatkan emosi yang mendalam. Menurut Erich Fromm, ada empat syarat untuk mewujudkan cinta kasih, yaitu:
1. Perasaan
2. Pengenalan
3. Tanggung jawab
4. Perhatian
5. Saling menghormati
Erich Fromm dalam buku larisnya (the art of loving) menyatakan bahwa ke empat gejala: Care, Responsibility, Respect, Knowledge (CRRK), muncul semua secara seimbang dalam pribadi yang mencintai. Omong kosong jika seseorang mengatakan mencintai anak tetapi tak pernah mengasuh dan tak ada tanggungjawab pada si anak. Sementara tanggungjawab dan pengasuhan tanpa rasa hormat sesungguhnya & tanpa rasa ingin mengenal lebih dalam akan menjerumuskan para orang tua, guru, rohaniwan dll pada sikap otoriter.
[sunting] Jenis-jenis cinta
Seperti banyak jenis kekasih, ada banyak jenis cinta. Cinta berada di seluruh semua kebudayaan manusia. Oleh karena perbedaan kebudayaan ini, maka pendefinisian dari cinta pun sulit ditetapkan. Lihat hipotesis Sapir-Whorf.
Ekspresi cinta dapat termasuk cinta kepada 'jiwa' atau pikiran, cinta hukum dan organisasi, cinta badan, cinta alam, cinta makanan, cinta uang, cinta belajar, cinta kuasa, cinta keterkenalan, dll. Cinta lebih berarah ke konsep abstrak, lebih mudah dialami daripada dijelaskan.
Cinta kasih yang sudah ada perlu selalu dijaga agar dapat dipertahankan keindahannya
[sunting] Cinta antar pribadi
Cinta antar pribadi menunjuk kepada cinta antara manusia. Bentuk ini lebih dari sekedar rasa kesukaan terhadap orang lain. Cinta antar pribadi bisa mencakup hubungan kekasih, hubungan orangtua dengan anak, dan juga persahabatan yang sangat erat.
Beberapa unsur yang sering ada dalam cinta antar pribadi:
* Afeksi: menghargai orang lain.
* Altruisme: perhatian non-egois kepada orang lain (yang tentunya sangat jarang kita temui sekarang ini).
* Reciprocation: cinta yang saling menguntungkan (bukan saling memanfaatkan).
* Commitment: keinginan untuk mengabadikan cinta, tekad yang kuat dalam suatu hubungan.
* Keintiman emosional: berbagi emosi dan rasa.
* Kinship: ikatan keluarga.
* Passion: Hasrat dan atau nafsu seksual yang cenderung menggebu-gebu.
* Physical intimacy: berbagi kehidupan erat satu sama lain secara fisik, termasuk di dalamnya hubungan seksual.
* Self-interest: cinta yang mengharapkan imbalan pribadi, cenderung egois dan ada keinginan untuk memanfaatkan pasangan.
* Service: keinginan untuk membantu dan atau melayani.
* Homoseks: Cinta dan atau hasrat seksual pada orang yang berjenis kelamin sama, khususnya bagi pria. Bagi wanita biasa disebut Lesbian (lesbi).
Energi seksual dapat menjadi unsur paling penting dalam menentukan bentuk hubungan. Namun atraksi seksual sering menimbulkan sebuah ikatan baru, keinginan seksual dianggap tidak baik atau tidak sepantasnya dalam beberapa ikatan cinta. Dalam banyak agama dan sistem etik hal ini dianggap salah bila memiliki keinginan seksual kepada keluarga dekat, anak, atau diluar hubungan berkomitmen. Tetapi banyak cara untuk mengungkapkan rasa kasih sayang tanpa seks. Afeksi, keintiman emosi dan hobi yang sama sangat biasa dalam berteman dan saudara di seluruh manusia.
cinta memiliki 3 unsur
pengertian cinta menurut Dr sarlito w sarwono bahwa cinta memiliki 3 unsur yaitu
1.keterikatan
adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia, ada uang sedikit beli hadiah untuk dia
2.keintiman
adanya kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi panggilan formal seperti bapak, ibu saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan sayang dan sebagainya.makan sepiring berdua
3.kemesraan
adanya rasa ingin membelai dan dibelai, rasa kangen rindu kalo jauh atau lama tak bertemu, adanya ungkapan ungkapan rasa sayang dan seterusnya.
tidak semua unsur cinta itu sama kuatnya. kadang kadang ada yang keterikatannya sangat kuat tetapi keintiman atau kemesraannya kurang, cinta seperti ini mengandung kesetiaan yg kuat dan kecemburuan yang besar, sehingga dirasakan oleh pasangannya sebagai dingin atau hambar karena tidak ada kehangatan yang ditimbulkan oleh kemesraan dan keintiman
cinta juga dapat diwarnai dengan kemesraan yang sangat bergejolak tetapi unsur keterikatan dan keintimannya kurang...apa yang terjadi...?
lebih berat lagi jika salah satu unsur cinta itu tidak ada ?
pengertian cinta
pengertian cinta menurut Dr abdullah nasih ulwan dalam bukunya manajemen cinta. cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang medorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut dan kasih sayang, cinta adalah fitrah manusia yang murni yang tak terpisahkan dengan kehidupannya, cinta slalu dibutuhkan
jika seseorang ingin menikmati cinta dengan cara terhormat,suci dan mulia tentu dia akan mempergunakan cinta itu untuk mencapai keinginan yang suci dan mulia pula
pengertian kasih sayang
kasih sayang adalah perasaan cinta, suka yang disertai dengan menaruh belas kasih didalam berumah tangga itu bukan cinta cintaan lagi tapi sudah bersifat saling mengasihi dan saling menumpahkan rasa sayang dalam kasih sayang slalu dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. bila salah satu unsur kasih sayang hilang, misal kejujuran terancamlah kebahagiaan dan arti kasih sayang itu
didalam suatu keluarga kasih sayang adalah dasar komunikasi, komunikasi antara orang tua dan anak haruslah terbentuk dari curahan kasih sayang kadang berupa perhatian orang tua ke anak dan komunikasi anak ke orang tua terjadi secara timbal balik agar diharapkan hubungan itu menjadi harmonis
pengertian kemesraan
kemesraan berasal dari kata dasar mesra yang artinya perasaan simpati yg akrab, kemesraan adalah perwujudan dari cinta yang dapat menimbulkan kreativitas manusia misalnya mencipta berbagai bentuk karya seni dan lain lain
Tidak asing bagi istilah cinta dalam kehidupan manusia.Juga banyak pengertian tentang cinta yang berbeda-beda. Cinta kepada pasangan tentu berbeda dengan cinta orang tua kepada anak. Cinta banyak sekali cinta yang egois, keegoisan yang bertopengkan cinta, yang penting diri sendiri "cintailah aku". Lalu bagaimana cinta yang sesungguhnya? Cinta yang sesungguhnya merupakan cinta Tuhan kepada ciptaan-NYA. Bagaimana dunia tanpa cinta? Tidak bisa dibayangkan, akan sangat banyak kejahatan mulai dari yang kecil hingga besar banyak terjadi.
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Cinta
http://kentutsiangbolong.blogspot.com/2009/06/3-unsur-dalam-sebuah-cinta.html
Senin, 28 Februari 2011
Sabtu, 19 Februari 2011
Manusia Dan Kebudayaan
1. PENGERTIAN HAKIKAT MANUSIA
Hakekat manusia adalah sebagai berikut :
1.
Makhluk yang memiliki tenga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
2.
Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial.
3.
yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya.
4.
Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama hidupnya.
5.
Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati
6.
Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudanya merupakan ketakterdugaan dengan potensi yang tak terbatas
7.
Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat.
8.
Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial.
A. Manusia Menurut Pandangan Ilmiah dan Filsafat
Dalam pandangan klasik dan rasional tentang manusia faktanya manusia adalah makhluk yang berakal. Menurut Plato akal adalah alat untuk mengarahkan budi pekerti. Aristoteles juga berpendapat bahwa akal manusia adalah kekuatan yang tertinggi dari jiwa dan merupakan kebanggaan dan keagungan manusia. Manusia menurut pandangan ilmu Antropologi adalah homo sapien. Pandangan antropologi budaya manusia adalah organisme sosio budaya. Pandangan ilmu psikologi manusia adalah individu yang belajar. Pandangan ilmu sosiologi manusia adalah animal sociale (binatang yang bermasyarakat). Menurut Aristoteles ilmu politika manusia sebagai animal politicon (binatang yang hidup berpolitik). Pandangan ilmu ekonomi manusia adalah animal econominicus (binatang yang terus berusaha memperoleh kemakmuran materiil).
Manusia menurut pandangan filsafat manusia adalah:
1. Manusia seutuhnya (animal symbolicum).
2. Hewan yang mempunyai kemampuan menggunakan simbol-simbol untuk menyatakan pikiran sebagai milik manusia yang unik (animal rationale).
3. Hewan yang mempunyai kemampuan untuk menggunakan simbol-simbol untuk mengkomunikasikan pikirannya (animal sociale).
4. Hewan yang mempunyai kemampuan menggunakan simbol-simbol untuk menalar dan menyadari sebagai pribadi yang menalar.
5. Hewan yang mempunyai kemampuan menggunakan simbol-simbol untuk mengkombinasikan unsur-unsur yang menghasilkan suatu yang kreatif.
6. Hewan yang mempunyai kemampuan menggunakan simbol-simbol maka dapat mengadakan perbedaan moral.
7. Hewan yang mempunyai kemampuan menggunakan simbol-simbol dapat menyadari diri sendiri sebagai pribadi.
Sifat-sifat manusia yang demikian harus dipahami oleh para pelaku pendidikan sebagai dasar pengembangan proses pendidikan guna mencapai hasil sebagaimana diharapkan baik untuk masa depan peserta didik itu sendiri maupun untuk pembangunan secara luas.
B. Manusia sebagai Makhluk Individu
Setiap insan yang dilahirkan tentunya mempunyai pribadi yang berbeda atau menjadi dirinya sendiri, sekalipun sanak kembar. Itulah uniknya manusia. Karena dengan adanya individulitas itu setiap orang memiliki kehendak, perasaan, cita-cita, kecenderungan, semangat, daya tahan yang berbeda. Kesanggupan untuk memikul tanggung jawab sendiri merupakan ciri yang sangat essensial dari adanya individualitas pada diri setiap insan.
Mengenal perbedaan individual murid ini sangat penting bagi guru, yaitu guru dapat menyikapi siswa dengan cara tertentu dalam proses pembelajaran. Guru tidak bisa memperlakukan siswa secara seragam. Keunikan siswa hendaknya dihadapi dengan cara-cara yang beragam guna mencapai efektifitas pembelajaran.
Menurut Oxendine dalam (Tim Dosen TEP, 2005) bahwa perbedaan individualitas setiap insan nampak secara khusus pada aspek sebagai berikut
1. Perbedaan fisik: usia, tingkat dan berat badan, jenis kelamin, pendengaran, penglihatan, kemampuan bertindak.
2. Perbedaan sosial: status ekonomi,agama, hubungan keluarga, suku.
3. Perbedaan kepribadian: watak, motif, minat dan sikap.
4. Perbedaan kecakapan atau kepandaian
Sifat-sifat keindividualitasan setiap insan perlu ditumbuhkembangkan melalui pendidikan agar bisa menjadi kenyataan, disini pendidikan berfungsi membantu peserta didik untuk membentuk kepribadianya atau keindividualannya. Sebagai makhluk individu, manusia memerlukan pola tingkah lak yang bukan merupakan tindakan instingtif, dan hal ini hanya bisa diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman belajar (Tim Dosen FIP-UM,1995). Pendidikan harus mengembangkan peserta didik agar mampu menolong dirinya sendiri. Pendidik hanya menunjukan jalan dan memberikan motivasi bagaimana cara memperoleh sesuatu dalam mengembangkan dirinya. Artinya bahwa dalam proses pendidikan itu yang aktif bukan hanya pendidik tetapi juga peserta didik. Proses pendidikan adalah tindakan bersama, berlangsung dalam suatu pergaulan timbal balik, yang juga memperhatikan kepribadian tiap peserta didik, kesefahaman,keserasian, kebersamaan antara pendidik dan peserta didik untuk menumbuhkan rasa saling percaya dan ini merupakan dasar untuk menumbuhkan kewibawaan pendidik. Pendidikan adalah suatu hak fundamental, maka masyarakat mempunyai kewajiban untuk memberikan kesempatan pendidikan yang diimplikasikan oleh hak itu, (Arbi, 1988). Pendidikan merupakan tanggungjawab bersama antara keluarga, pemerintah dan masyarakat. Dilain pihak dikatan bahwa pendidikan berhubungan untuk ”dapat membangun diri sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa”.
C. Manusia sebagai Makhluk Sosial
Manusia adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya. Manusia tidak dapat mencapai apa yang diinginkan dengan dirinya sendiri. Sebagai makhluk sosial karena manusia menjalankan peranannya dengan menggunakan simbol untuk mengkomunikasikan pemikiran dan perasaanya. Manusia tidak dapat menyadari individualitas, kecuali melalui medium kehidupan sosial.
Manisfestasi manusia sebagai makhluk sosial, nampak pada kenyataan bahwa tidak pernah ada manusia yang mampu menjalani kehidupan ini tanpa bantuan orang lain.
Kesadaran manusia sebagai makhluk sosial, justru memberikan rasa tanggungjawab untuk mengayomi individu yang jauh lebih ”lemah” dari pada wujud sosial yang ”besar” dan ”kuat”. Kehidupan sosial, kebersamaan, baik itu non formal (masyarakat) maupun dalam bentuk-bentuk formal (institusi, negara) dengan wibawanya wajib mengayomi individu.
Esensi manusia sebagai makhluk sosial pada dasarnya adalah kesadaran manusia tentang status dan posisi dirinya adalah kehidupan bersama, serta bagaimana tanggungjawab dan kewajibannya di dalam kebersamaan.
Hakekat manusia sebagai makhluk sosial dan politik akan membentuk hukum, mendirikan kaidah perilaku, serta bekerjasama dalam kelompok yang lebih besar. Dalam perkembangan ini, spesialisasi dan integrasi atau organissai harus saling membantu. Sebab kemajuan manusia nampaknya akan bersandar kepada kemampuan manusia untuk kerjasama dalam kelompok yang lebih besar. Kerjasama sosial merupakan syarat untuk kehidupan yang baik dalam masyarakat yang saling membutuhkan.
Melalui pendidikan dapat dikembangkan suatu keadaan yang seimbang antara perkembangan aspek individual, sosial, moral dan religi, agar menjadi manusia yang bisa menjalani kehidupan bersama.
D. Manusia sebagai Makhluk Susila
Susila berasal dari kata su dan sila yang artinya kepantasan yang lebih tinggi. Menurut bahasa ilmiah sering digunakan istilah etiket (persoalan kepantasan dan kesopanan) dan etika (persoalan kebaikan). Jasi kesusilaan selalu berhubungan dengan nilai-nilai. Pada hakekatnya manusia memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan susila, serta melaksanakannya sehingga dikatakan manusia itu adalah makhluk susila. Dirjarkara mengartikan manusia susila sebagai manusia yang memiliki nilai-nilai tersebut dalam perbuatan. (Dirjarkara, 1978,36-39) nilai-nilai merupakan sesuatu yang dijunjung tinggi oleh manusia karena mengandung makna kebaikan, keluhuran, kemuliaan dan sebagainya, sehingga dapat diyakini dan dijadikan pedoman dalam hidup.
Hubungan dan kebersamaan dengan sesama manusialah manusia dapat hidup dan berkembang sebagai manusia. Manusia bertindak, tidak sembarang bertindak, melainkan mereka dapat mempertimbangkan, merancang, dan mengarahkan tindakannya. Persoalan mengenai masalah apakah tindakannya baik dan tidak baik, adalah persoalan tentang nilai, persoalan norma, persoalan moral atau susila. Peran pendidikan disini membantu mengarahkan perbuatan anak dalam kehidupannya dimasa mendatang. Dengan pendidikan pula peserta didik dapat tumbuh kesadarannya terhadap nilai, dapat tumbuh suatu sikap untuk berbuat dan mau berbuat selaras dengan nilai, atau berbuat selaras dengan apa yang seharusnya diperbuat. Perbuatan yang selaras dengan nilai itulah yang menjadi inti dari perbuatan yang bertanggung jawab.
Pandangan manusia sebagai makhluk susila atau bermoral, bersumber pada kepercayaan bahwa budi nurani manusia secara apriori adalah sadar nilai dan pengabdi norma-norma. Pendirian ini sesuai dengan analisa ilmu jiwa dalam tentang struktur jiwa (das Es, das Ich dan das uber ich). Struktur jiwa yang disebut das Uber Ich (super ego) yang sadar nilai esensial manusia sebagai makhluk susila. Kesadaran susila (sense of morality) tidak dapat dipisahkan dengan realitas sosial, sebab adanya nilai, efektifitas nilai, berfungsinya nilai hanya ada di dalam kehidupan sosial, artinya kesusilaan atau moralitas adalah fungsi sosial. Tiap hubungan sosial mengandung hubungan moral. “Tiada hubungan sosial tanpa hubungan susila, dan tiada hubungan susila tanpa hubungan sosial” (Noorsyam, 1986).
Kodrat manusia sebagai makhluk susila dapat hidup aktif-kreatif, sadar diri dan sadar lingkungan, maka intervensi pendidikan bukan hanya sekedar penanaman kebiasaan atau latihan namun juga memerlukan motivasi dan pembinaan kata hati atau hati nurani yang kelak akan membentuk suatu keputusan. Oleh karena itu pendidikan harus mampu menciptakan manusia susila, dengan mengusahakan peserta didik menjadi manusia pendukung norma, kaidah, dan nilai-nilai susila dan sosial yang dijunjung tinggi oleh masyarakatnya.
Pentingnya mengetahui dan menerapkan secara nyata norma,nilai dan kaidah masyarakat dalam kehidupan sehari-hari mempunyai beberapa alasan, antara lain:
1. Untuk kepentingan dirinya sendiri sebagai individu
Setiap individu harus dapat menyesuaikan terhadap kehidupan dan bertingkah laku sesuai norma, nilai, dan kaidah yang berlaku pada masyarakat, agar individu tersebut merasa aman, diterima dalam kelompok masyarakat tersebut.
1. Untuk kepentingan stabilitas kehidupan masyarakat itu sendiri
Dalam kehidupan bermasyarakat tentunya memiliki aturan yang berupa norma, nilai dan kaidah sosial yang mengatur tingkah laku individu yang bergabung didalamya. Norma, nilai dan kaidah sosial tersebut merupakan hasil persetujuan bersama demi untuk dilaksanakan dalam kehidupan bersama, demi untuk mencapai tujuan bersama (Tim Dosen FIP UM, 1995).
E. Manusia sebagai Makhluk Keberagamaan
Manusia adalah makhluk beragama, dalam arti bahwa mereka percaya dan/atau menyembah Tuha, melakukan ritual (ibadah) atau upacara-upacara. Suatu fenomena bahwa manusia menyembah, berdoa, menyesali diri dan minta ampun kepada sesuatu yang ghaib, walaupun kemudian ada yang menjadi agnostic (tidak mau tahu akan adanya Tuhan) atau atheis (mengingkari adanya Tuhan). Mereka cenderung untuk mengganti Tuhan yang bersifat pribadi seperti negara, ras, proses alam, pengabdian total untuk mencari kebenaran atau ideal-ideal yang lain.
Hubungan pribadi manusia dengan Tuhan lebih bersifat trasendental, karena hubungan ini lebih banyak melibatkan rohani pribadi manusia yang bersifat perseorangan. Dengan adanya agama maka manusia mulai menganutnya. Beragama merupakan kebutuhan manusia karena manusia adalah makhluk yang lemah sehingga memerlukan tempat bertopang. Manusia memerlukan agama demi keselamatan hidupnya. Manusia dapat menghayati agama melalui proses pendidikan agama, penanaman sikap dan kebiasaan dalam beragama dimulai sedini mungkin, meskipun masih terbatas pada latihan kebiasaan (habit formation). Tetapi sebagai pengembangan pengkajian lebih lanjut tentunya tidak dapat diserahkan hanya kepada satu pihak sekolah saja atau orang tua saja melainkan keduannya harus berperan. Oleh karena itu dimasukkannya kurikulum pendidikan agama di sekolah-sekolah.
Tugas pendidikan yaitu membina pribadi manusia untuk mengerti, memahami, menghayati, dan mengamalkan aspek-aspek religi dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Selaras dengan pandangan manusia sebagai makhluk beragama, maka menggali nilai-nilai yang melandasi pendidikan itu hendaknya memperhatikan nilai-nilai yang bersumber pada Tuhan Yang Maha Esa dengan meyeimbangkan antara kehidupan dunia dan akherat.
F. Potensi Manusia
Manusia dikaruniai fasilitas istimewa dan tidak dimiliki makhluk lain yaitu berupa akal. Dengan akal, Tuhan memberi tugas untuk mengatur, mengelola, memberdayakan dan menjaga kelestarian alam. Manusia juga diberikan kelebihan yaitu rasa, karsa, cipta, karya, dan hati nurani. Dari semua kelebihan tersebut bisa dikembangkan kedalam potensi-potensi yang bersumber dari cipta, yaitu potensi intelektual atau intelectual quontien (IQ). Potensi dari rasa, yakni potensi emosional atau emosional quontien (EQ) dan potensi spiritual atau spiritual quontien (SQ). Sedangkan potensi yang bersumber dari karsa adalah potensi ketahanmalangan atau adversity quontien (AQ) dan potensi vokasional quontien (VQ).
Dengan IQ, manusia mampu menyatakan benar dan salah berdasarkan intelektual. Kita mampu menghitung, membuat konstruksi bangunan, meyusun program. Dengan EQ, manusia mampu mengendalikan amarah, memiliki rasa iba, kasih sayang, tanggung jawab, kerjasama dn kesenia (estetika). Dengan adanya EQ maka muncul sikap sabar, lemah lembut ataupun sebaliknya. Dengan SQ, manusia membedakan mana yang baik dan yang buruk. Potensi ini sangat terkait dengan etika atau nilai-nilai moral, baik dan buruk, serta nilai-nilai keagamaan. Dengan AQ, manusia mampu menghadapi berbagai hambatan dan tantangan hidup. Dengan adanya ini muncul sikap tabah, tangguh, memiliki daya juang dan kreatifitas. Dengan VQ, manusia mampu dan cenderung pada bidang-bidang ketrampilan atau kejuruan. Misalnya bidang olahraga, kesenian, dan teknik. Pada hakekatnya, kedua potensi AQ dan VQ merupakan manisfestasi dari berbagai potensi diri yang direalisasikan dalam tindakan.
Berikut akan dideskripsikan bagaimana potensi-potensi itu berproses pada diri manusia. Potensi pikir, awal dari proses pengembangan diri manusia. Contoh, seorang pelukis ingin membuat sebuah gambar yang menarik menurut pendiriannya. Dia punyai ide atau pikiran wujud benda yang mau dilukis, katakanlah gambar wanita. Setelah ide itu muncul dan pikiran mulai berproses, selanjutnya dia menilai secara psikologis (rasa) bahwa model gambar wanita yang mau dilukis itu cocok, indah, dan menarik. Berikutnya muncul kehendak (rasa) untuk mewujudkan keinginan membuat lukisan wanita itu. Kehendak akan muncul dan ingin diwujudkan apabila hasil penilaian psikologis (rasa) cocok dengan selera sang pelukis. Selanjutnya, ketika pada diri manusia sudah ada kehendak untuk mewujudkan lukisan wanita, daya cipta muncul bagaimana memulai dan menggambarkan model lukisan yang diinginkan. Hasil dari daya cipta ditunjukkan dengan wujud nyata, yakni yang berupa lukisan wanita sebagaimana yang dibayangkannya. Karena manusia adalah mahluk beretika, termasuk pelukisnya juga mahluk etika, maka karya cipta manuisa itu harus mengandung nilai etika. Tidak semaunya pelukis itu membuat lukisan apapun tanpa mempertimbangkan etika. Kalau tidak, walaupun karya ciptanya bisa diterima orang lain, itu sangat terbatas. Tetapi jika etika sosial dan keagamaan menjadi dasar dari semua karya cipta manusia akan sangat memungkinkan untuk diterima oleh lebih banyak orang dan lebih abadi. Inilah fungsi daripada potensi hati nurani dalam diri manusia, yang berfungsi sebagai penyeleksi dan memberi penerangan pada setiap karya cipta manusia. (Rulam Ahmadi)
KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR
Bangsa dikenal menjadi dua bagian yaitu bangsa barat dan bangsa timur. Kepribadian diantara dua bangsa tersebut sangatlah berbeda. Masing-masing bangsa memiliki budaya yang unik dan beragam. Budaya merupakan identitas dan ciri khas suatu bangsa. Dengan adanya budaya kita dapat lebih mengenal dan memahami masyarakat yang terdapat dalam berbagai macam negara. Bangsa timur meliputi seluruh daratan asia. Pada kesempatan kali ini saya ingin menjelaskan kepribadian bangsa timur secara umum ditambahkan dengan contoh-contoh budaya yang unik, menarik, serta mengejutkan dari beberapa negara timur. Pertama saya ingin mengulas mengenai bahasa bangsa timur. Bahasa merupakan unsur budaya yang pertama. Bahasa digunakan sebagai alat komunikasi untuk dapat berhubungan dengan orang lain. Dengan adanya bahasa kita dapat lebih mengenal dan memahami orang-orang yang berada di sekitar kita. Terdapat dua jenis bahasa di timur yaitu bahasa halus dan bahasa kasar. Bahasa halus biasanya digunakan untuk berbicara secara formal dan sopan yang ditujukan kepada orang yang lebih tua maupun kepada orang yang memiliki status sosial lebih tinggi, seperti antara karyawan dengan direktur perusahaan. Sedangkan bahasa kasar digunakan untuk berbicara sehari-hari yang lebih bersifat santai. Biasanya digunakan untuk berbicara kepada teman sebaya. Bangsa timur memiliki adat istiadat yang sang sangat unik. Mereka sangat percaya terhadap hal-hal yang bersifat mistik, ghaib, dan berbau supranatural. Seperti di Indonesia tepatnya di Pulau Bali terdapat suatu upacara yang dikenal “ngaben” yaitu upacara pembakaran mayat yang dianggap merupakan upacara yang membawa kebaikan. Kemudian di Korea juga terdapat tradisi yang disebut “Treading On The Bridge” yaitu berjalan-jalan santai melewati jembatan di bawah bulan purnama pada malam purnama tahun baru. Menurut kepercayaan jika melakukan hal tersebut akan membuat kaki kita menjadi kuat. Tradisi lainnya di korea yaitu “Lucky Rice Scoop.” Jadi kita menggantungkan skoop (sendok) di bawah jendela agar diberikan beras yang melimpah oleh para dewa. Bangsa timur sebagian besar masih terdiri dari negara-negara yang belum berkembang. Tetapi ada juga beberapa negara di timur yang sudah maju dalam perekonomian dan politiknya, yaitu Jepang, Hongkong, Korea Selatan, Taiwan dan Singapura. Negara-negara tersebut disebut juga sebagai “Negara Indutri Baru”. Negara-negara tersebut mencoba untuk meniru sistem politik dan perekonomian di barat dan ternyata hasilnya mengalami kemajuan yang pesat. Negara idustri baru ini juga disebut sebagai “Macan Asia”. Bangsa timur memiliki sistem kekerabatan yang erat. Mereka sangat mengutamakan “Kebersamaan”. Terutama di daerah-daerah pelosok seperti di desa. Di desa-desa jika ada salah satu tetangga yang mengadakan acara, acara hajatan misalnya, maka tetangga-tetangga yang lain akan ikut membantu dari awal acara sampai akhir. Berbeda dengan di kota yang sudah terpengaruh oleh budaya barat yang individualis, sehingga kekerabatan tidak terlalu erat namun tetap ada. Makanan khas dalam bangsa timur sangat beragam, namun secara keseluruhan cenderung kepada yang bersifat vegetarian. Makanan utama negara-negara timur ini tetaplah nasi, namun akan terasa tidak lengkap jika tidak ada sayuran. seperti di Indonesia tepatnya orang-orang sunda mereka tidak akan merasa puas jika tidak makan bersama dengan lalapan. Lalapan adalah berbagai macam sayuran segar sperti selada, kemangi, timun,dsb. Di korea juga terdapat makanan yang harus selalu ada di setiap sesi makan, yaitu “Kimchi”. Kimchi merupakan sayuran rendah kalori dengan kadar serat yang tinggi. Seperti kacang panjang, bawang, selada,toge dll. Arti kimchi bagi orang korea sangatlah mendalam. Wanita yang dapat membuat kimchi dengan lezat maka tidak akan diragukan lagi kemampunnya dalam memasak makanan yang lain. Kimchi ini pertama kali dibuat oleh seorang permaisuri raja sebagai hidangan untuk perayaan sesi. Kemudian di India juga terdapat makanan khas yang sebut “Samosa” yaitu kentang rebus dan sayuran berbumbu kari. Jadi mayoritas makanan utama masyarakat timur bukan makanan yang berkolestrol tinggi. Minuman khas di tiap negara timur berbeda-beda. Tetapi jika di jepang, Korea, dan China rata-rata sehabis makan mereka akan meminum minuman semacam bir tapi berbeda. Di jepang dikenal dengan sebutan arak sedangakan di korea biasanya disebut soju. Sistem pernikahan masyarakat timur cenderung menganut sistem patrilineal, yaitu pria memegang peranan penting dalam kesejahteraan keluarga dan diwajibkan untuk bekerja. Sedangkan wanita diperbolehkan bekerja jika diizinkan oleh suami atau jika kebutuhan keluarga belum mencukupi. di Jepang terdapat tradisi yang cukup unik, yaitu kita harus segera mengembalikan undangan dengan menceklis kata hadir atau tidak hadir untuk memastikan apakah kita dapat datang atau tidak. kemudian jangan lupa juga untuk membawa uang tunai, biasanya jumlah uang tertera pada undangan. Rata-rata adalah sebesar 30.00 yen yang jika dirupiahkan di Indonesia mencapai 3 juta rupiah. Uang tersebut dimasukan kedalam amplop khusus yang disebut “shugi buruko”, lalu di bagian depan amplop ditulisi dengan nama kita. Pakaian adat bangsa timur bersifat tertutup dalam arti sopan dan menutupi aurat. Di Jepang terdapat pakaian adat wanita dan pria yaitu kimono atau lebih sering disebut yukata. Pakaian adat wanita terdiri dari berbagai macam jenis, tiga diantaranya yaitu kurotomesode, furisode, komon. Kurotomesode adalah kimono yang paling formal,biasanya di pakai oleh wanita yang sudah menikah. Furisode yaitu kimono paling formal yang dipakai oleh wanita yang belum menikah. Sedangakan komon adalah kimono santai yang dipakai oleh wanita yang sudah atau belum menikah. Rumah adat di negara-negara timur sebagian besar berbahan dasar kayu. Seperti di Indonesia yang dapat dilihat di Taman Mini Indonesia Indah. Seperti di Jepang karena merupakan wilayah yang sering terjadi gempa maka rumah-rumah disana bermaterikan kayu yang pada bagian bawahnya ditutupi oleh anyaman tikar (tatami) dan pintunya juga terbuat dari perpaduan kayu dan kertas (shoji) sebagai dinding partisinya. Bangsa timur ini juga merupakan tempat lahirnya Agama Islam. Maka sebagian masyaraktnya penganut agama Islam. Secara umum masyarakat di timur bersifat ramah, toleransi, tenggang rasa, religius, dan kritis. Mungkin hanya ini yang dapat saya sampaikan mengenai kepribadian bangsa timur. Semoga bacaan ini dapat bermanfaatBudaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.[1] Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.[1] Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.[1]
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.[2]
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri."Citra yang memaksa" itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti "individualisme kasar" di Amerika, "keselarasan individu dengan alam" d Jepang dan "kepatuhan kolektif" di Cina. Citra budaya yang brsifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain..
DEFINISI BUDAYA
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
[sunting] Unsur-Unsur
Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
1. Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
* alat-alat teknologi
* sistem ekonomi
* keluarga
* kekuasaan politik
2. Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
* sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
* organisasi ekonomi
* alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
* organisasi kekuatan (politik)
[sunting] Wujud dan komponen
[sunting] Wujud
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.
* Gagasan (Wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
* Aktivitas (tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
* Artefak (karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan.
Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.
[sunting] Komponen
Berdasarkan wujudnya tersebut, kebudayaan dapat digolongkan atas dua komponen utama:
* Kebudayaan material
Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.
* Kebudayaan nonmaterial
Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.
[sunting] Hubungan Antara Unsur-Unsur Kebudayaan
Komponen-komponen atau unsur-unsur utama dari kebudayaan antara lain:
[sunting] Peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi)
Teknologi merupakan salah satu komponen kebudayaan.
Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi, memakai, serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan. Teknologi muncul dalam cara-cara manusia mengorganisasikan masyarakat, dalam cara-cara mengekspresikan rasa keindahan, atau dalam memproduksi hasil-hasil kesenian.
Masyarakat kecil yang berpindah-pindah atau masyarakat pedesaan yang hidup dari pertanian paling sedikit mengenal delapan macam teknologi tradisional (disebut juga sistem peralatan dan unsur kebudayaan fisik), yaitu:
* alat-alat produktif
* senjata
* wadah
* alat-alat menyalakan api
* makanan
* pakaian
* tempat berlindung dan perumahan
* alat-alat transportasi
[sunting] Sistem mata pencaharian
Perhatian para ilmuwan pada sistem mata pencaharian ini terfokus pada masalah-masalah mata pencaharian tradisional saja, di antaranya:
* Berburu dan meramu
* Beternak
* Bercocok tanam di ladang
* Menangkap ikan
[sunting] Sistem kekerabatan dan organisasi sosial
Sistem kekerabatan merupakan bagian yang sangat penting dalam struktur sosial. Meyer Fortes mengemukakan bahwa sistem kekerabatan suatu masyarakat dapat dipergunakan untuk menggambarkan struktur sosial dari masyarakat yang bersangkutan. Kekerabatan adalah unit-unit sosial yang terdiri dari beberapa keluarga yang memiliki hubungan darah atau hubungan perkawinan. Anggota kekerabatan terdiri atas ayah, ibu, anak, menantu, cucu, kakak, adik, paman, bibi, kakek, nenek dan seterusnya. Dalam kajian sosiologi-antropologi, ada beberapa macam kelompok kekerabatan dari yang jumlahnya relatif kecil hingga besar seperti keluarga ambilineal, klan, fatri, dan paroh masyarakat. Di masyarakat umum kita juga mengenal kelompok kekerabatan lain seperti keluarga inti, keluarga luas, keluarga bilateral, dan keluarga unilateral.
Sementara itu, organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.
[sunting] Bahasa
Bahasa adalah alat atau perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling berkomunikasi atau berhubungan, baik lewat tulisan, lisan, ataupun gerakan (bahasa isyarat), dengan tujuan menyampaikan maksud hati atau kemauan kepada lawan bicaranya atau orang lain. Melalui bahasa, manusia dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat, tingkah laku, tata krama masyarakat, dan sekaligus mudah membaurkan dirinya dengan segala bentuk masyarakat.
Bahasa memiliki beberapa fungsi yang dapat dibagi menjadi fungsi umum dan fungsi khusus. Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat untuk berekspresi, berkomunikasi, dan alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial. Sedangkan fungsi bahasa secara khusus adalah untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari, mewujudkan seni (sastra), mempelajari naskah-naskah kuno, dan untuk mengeksploitasi ilmu pengetahuan dan teknologi.
[sunting] Kesenian
Karya seni dari peradaban Mesir kuno.
Kesenian mengacu pada nilai keindahan (estetika) yang berasal dari ekspresi hasrat manusia akan keindahan yang dinikmati dengan mata ataupun telinga. Sebagai makhluk yang mempunyai cita rasa tinggi, manusia menghasilkan berbagai corak kesenian mulai dari yang sederhana hingga perwujudan kesenian yang kompleks.
[sunting] Sistem Kepercayaan
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Agama
Ada kalanya pengetahuan, pemahaman, dan daya tahan fisik manusia dalam menguasai dan mengungkap rahasia-rahasia alam sangat terbatas. Secara bersamaan, muncul keyakinan akan adanya penguasa tertinggi dari sistem jagad raya ini, yang juga mengendalikan manusia sebagai salah satu bagian jagad raya. Sehubungan dengan itu, baik secara individual maupun hidup bermasyarakat, manusia tidak dapat dilepaskan dari religi atau sistem kepercayaan kepada penguasa alam semesta.
Agama dan sistem kepercayaan lainnya seringkali terintegrasi dengan kebudayaan. Agama (bahasa Inggris: Religion, yang berasar dari bahasa Latin religare, yang berarti "menambatkan"), adalah sebuah unsur kebudayaan yang penting dalam sejarah umat manusia. Dictionary of Philosophy and Religion (Kamus Filosofi dan Agama) mendefinisikan Agama sebagai berikut:
... sebuah institusi dengan keanggotaan yang diakui dan biasa berkumpul bersama untuk beribadah, dan menerima sebuah paket doktrin yang menawarkan hal yang terkait dengan sikap yang harus diambil oleh individu untuk mendapatkan kebahagiaan sejati.[3]
Agama biasanya memiliki suatu prinsip, seperti "10 Firman" dalam agama Kristen atau "5 rukun Islam" dalam agama Islam. Kadang-kadang agama dilibatkan dalam sistem pemerintahan, seperti misalnya dalam sistem teokrasi. Agama juga memengaruhi kesenian.
[sunting] Agama Samawi
Tiga agama besar, Yahudi, Kristen dan Islam, sering dikelompokkan sebagai agama Samawi[4] atau agama Abrahamik.[5] Ketiga agama tersebut memiliki sejumlah tradisi yang sama namun juga perbedaan-perbedaan yang mendasar dalam inti ajarannya. Ketiganya telah memberikan pengaruh yang besar dalam kebudayaan manusia di berbagai belahan dunia.
Yahudi adalah salah satu agama, yang jika tidak disebut sebagai yang pertama, adalah agama monotheistik dan salah satu agama tertua yang masih ada sampai sekarang. Terdapat nilai-nilai dan sejarah umat Yahudi yang juga direferensikan dalam agama Abrahamik lainnya, seperti Kristen dan Islam. Saat ini umat Yahudi berjumlah lebih dari 13 juta jiwa.[6]
Kristen (Protestan dan Katolik) adalah agama yang banyak mengubah wajah kebudayaan Eropa dalam 1.700 tahun terakhir. Pemikiran para filsuf modern pun banyak terpengaruh oleh para filsuf Kristen semacam St. Thomas Aquinas dan Erasmus. Saat ini diperkirakan terdapat antara 1,5 s.d. 2,1 milyar pemeluk agama Kristen di seluruh dunia.[7]
Islam memiliki nilai-nilai dan norma agama yang banyak memengaruhi kebudayaan Timur Tengah dan Afrika Utara, dan sebagian wilayah Asia Tenggara. Saat ini terdapat lebih dari 1,5 milyar pemeluk agama Islam di dunia.[8]
[sunting] Agama dan filsafat dari Timur
Agni, dewa api agama Hindu
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Agama dari timur dan Filosofi Timur
Agama dan filosofi seringkali saling terkait satu sama lain pada kebudayaan Asia. Agama dan filosofi di Asia kebanyakan berasal dari India dan China, dan menyebar di sepanjang benua Asia melalui difusi kebudayaan dan migrasi.
Hinduisme adalah sumber dari Buddhisme, cabang Mahāyāna yang menyebar di sepanjang utara dan timur India sampai Tibet, China, Mongolia, Jepang dan Korea dan China selatan sampai Vietnam. Theravāda Buddhisme menyebar di sekitar Asia Tenggara, termasuk Sri Lanka, bagian barat laut China, Kamboja, Laos, Myanmar, dan Thailand.
Agama Hindu dari India, mengajarkan pentingnya elemen nonmateri sementara sebuah pemikiran India lainnya, Carvaka, menekankan untuk mencari kenikmatan di dunia.
Konghucu dan Taoisme, dua filosofi yang berasal dari Cina, memengaruhi baik religi, seni, politik, maupun tradisi filosofi di seluruh Asia.
Pada abad ke-20, di kedua negara berpenduduk paling padat se-Asia, dua aliran filosofi politik tercipta. Mahatma Gandhi memberikan pengertian baru tentang Ahimsa, inti dari kepercayaan Hindu maupun Jaina, dan memberikan definisi baru tentang konsep antikekerasan dan antiperang. Pada periode yang sama, filosofi komunisme Mao Zedong menjadi sistem kepercayaan sekuler yang sangat kuat di China.
[sunting] Agama tradisional
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Agama tradisional
Agama tradisional, atau kadang-kadang disebut sebagai "agama nenek moyang", dianut oleh sebagian suku pedalaman di Asia, Afrika, dan Amerika. Pengaruh bereka cukup besar; mungkin bisa dianggap telah menyerap kedalam kebudayaan atau bahkan menjadi agama negara, seperti misalnya agama Shinto. Seperti kebanyakan agama lainnya, agama tradisional menjawab kebutuhan rohani manusia akan ketentraman hati di saat bermasalah, tertimpa musibah, tertimpa musibah dan menyediakan ritual yang ditujukan untuk kebahagiaan manusia itu sendiri.
[sunting] "American Dream"
American Dream, atau "mimpi orang Amerika" dalam bahasa Indonesia, adalah sebuah kepercayaan, yang dipercayai oleh banyak orang di Amerika Serikat. Mereka percaya, melalui kerja keras, pengorbanan, dan kebulatan tekad, tanpa memedulikan status sosial, seseorang dapat mendapatkan kehidupan yang lebih baik. [9] Gagasan ini berakar dari sebuah keyakinan bahwa Amerika Serikat adalah sebuah "kota di atas bukit" (atau city upon a hill"), "cahaya untuk negara-negara" ("a light unto the nations"),[10] yang memiliki nilai dan kekayaan yang telah ada sejak kedatangan para penjelajah Eropa sampai generasi berikutnya.
[sunting] Pernikahan
Agama sering kali memengaruhi pernikahan dan perilaku seksual. Kebanyakan gereja Kristen memberikan pemberkatan kepada pasangan yang menikah; gereja biasanya memasukkan acara pengucapan janji pernikahan di hadapan tamu, sebagai bukti bahwa komunitas tersebut menerima pernikahan mereka. Umat Kristen juga melihat hubungan antara Yesus Kristus dengan gerejanya. Gereja Katolik Roma mempercayai bahwa sebuah perceraian adalah salah, dan orang yang bercerai tidak dapat dinikahkan kembali di gereja. Sementara Agama Islam memandang pernikahan sebagai suatu kewajiban. Islam menganjurkan untuk tidak melakukan perceraian, namun memperbolehkannya.
[sunting] Sistem ilmu dan pengetahuan
Secara sederhana, pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia tentang benda, sifat, keadaan, dan harapan-harapan. Pengetahuan dimiliki oleh semua suku bangsa di dunia. Mereka memperoleh pengetahuan melalui pengalaman, intuisi, wahyu, dan berpikir menurut logika, atau percobaan-percobaan yang bersifat empiris (trial and error).
Sistem pengetahuan tersebut dikelompokkan menjadi:
* pengetahuan tentang alam
* pengetahuan tentang tumbuh-tumbuhan dan hewan di sekitarnya
* pengetahuan tentang tubuh manusia, pengetahuan tentang sifat dan tingkah laku sesama manusia
* pengetahuan tentang ruang dan waktu
[sunting] Perubahan sosial budaya
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Perubahan sosial budaya
Perubahan sosial budaya dapat terjadi bila sebuah kebudayaan melakukan kontak dengan kebudayaan asing.
Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan.
Ada tiga faktor yang dapat memengaruhi perubahan sosial:
1. tekanan kerja dalam masyarakat
2. keefektifan komunikasi
3. perubahan lingkungan alam.[11]
Perubahan budaya juga dapat timbul akibat timbulnya perubahan lingkungan masyarakat, penemuan baru, dan kontak dengan kebudayaan lain. Sebagai contoh, berakhirnya zaman es berujung pada ditemukannya sistem pertanian, dan kemudian memancing inovasi-inovasi baru lainnya dalam kebudayaan.
[sunting] Penetrasi kebudayaan
Yang dimaksud dengan penetrasi kebudayaan adalah masuknya pengaruh suatu kebudayaan ke kebudayaan lainnya. Penetrasi kebudayaan dapat terjadi dengan dua cara:
Penetrasi damai (penetration pasifique)
Masuknya sebuah kebudayaan dengan jalan damai. Misalnya, masuknya pengaruh kebudayaan Hindu dan Islam ke Indonesia[rujukan?]. Penerimaan kedua macam kebudayaan tersebut tidak mengakibatkan konflik, tetapi memperkaya khasanah budaya masyarakat setempat. Pengaruh kedua kebudayaan ini pun tidak mengakibatkan hilangnya unsur-unsur asli budaya masyarakat.
Penyebaran kebudayaan secara damai akan menghasilkan Akulturasi, Asimilasi, atau Sintesis. Akulturasi adalah bersatunya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli. Contohnya, bentuk bangunan Candi Borobudur yang merupakan perpaduan antara kebudayaan asli Indonesia dan kebudayaan India. Asimilasi adalah bercampurnya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru. Sedangkan Sintesis adalah bercampurnya dua kebudayaan yang berakibat pada terbentuknya sebuah kebudayaan baru yang sangat berbeda dengan kebudayaan asli.
Penetrasi kekerasan (penetration violante)
Masuknya sebuah kebudayaan dengan cara memaksa dan merusak. Contohnya, masuknya kebudayaan Barat ke Indonesia pada zaman penjajahan disertai dengan kekerasan sehingga menimbulkan goncangan-goncangan yang merusak keseimbangan dalam masyarakat[rujukan?]. Wujud budaya dunia barat antara lain adalah budaya dari Belanda yang menjajah selama 350 tahun lamanya. Budaya warisan Belanda masih melekat di Indonesia antara lain pada sistem pemerintahan Indonesia.
[sunting] Cara pandang terhadap kebudayaan
[sunting] Kebudayaan sebagai peradaban
Saat ini, kebanyakan orang memahami gagasan "budaya" yang dikembangkan di Eropa pada abad ke-18 dan awal abad ke-19. Gagasan tentang "budaya" ini merefleksikan adanya ketidakseimbangan antara kekuatan Eropa dan kekuatan daerah-daerah yang dijajahnya. Mereka menganggap 'kebudayaan' sebagai "peradaban" sebagai lawan kata dari "alam". Menurut cara pikir ini, kebudayaan satu dengan kebudayaan lain dapat diperbandingkan; salah satu kebudayaan pasti lebih tinggi dari kebudayaan lainnya.
Artefak tentang "kebudayaan tingkat tinggi" (High Culture) oleh Edgar Degas.
Pada prakteknya, kata kebudayaan merujuk pada benda-benda dan aktivitas yang "elit" seperti misalnya memakai baju yang berkelas, fine art, atau mendengarkan musik klasik, sementara kata berkebudayaan digunakan untuk menggambarkan orang yang mengetahui, dan mengambil bagian, dari aktivitas-aktivitas di atas. Sebagai contoh, jika seseorang berpendendapat bahwa musik klasik adalah musik yang "berkelas", elit, dan bercita rasa seni, sementara musik tradisional dianggap sebagai musik yang kampungan dan ketinggalan zaman, maka timbul anggapan bahwa ia adalah orang yang sudah "berkebudayaan".
Orang yang menggunakan kata "kebudayaan" dengan cara ini tidak percaya ada kebudayaan lain yang eksis; mereka percaya bahwa kebudayaan hanya ada satu dan menjadi tolak ukur norma dan nilai di seluruh dunia. Menurut cara pandang ini, seseorang yang memiliki kebiasaan yang berbeda dengan mereka yang "berkebudayaan" disebut sebagai orang yang "tidak berkebudayaan"; bukan sebagai orang "dari kebudayaan yang lain." Orang yang "tidak berkebudayaan" dikatakan lebih "alam," dan para pengamat seringkali mempertahankan elemen dari kebudayaan tingkat tinggi (high culture) untuk menekan pemikiran "manusia alami" (human nature)
Sejak abad ke-18, beberapa kritik sosial telah menerima adanya perbedaan antara berkebudayaan dan tidak berkebudayaan, tetapi perbandingan itu -berkebudayaan dan tidak berkebudayaan- dapat menekan interpretasi perbaikan dan interpretasi pengalaman sebagai perkembangan yang merusak dan "tidak alami" yang mengaburkan dan menyimpangkan sifat dasar manusia. Dalam hal ini, musik tradisional (yang diciptakan oleh masyarakat kelas pekerja) dianggap mengekspresikan "jalan hidup yang alami" (natural way of life), dan musik klasik sebagai suatu kemunduran dan kemerosotan.
Saat ini kebanyak ilmuwan sosial menolak untuk memperbandingkan antara kebudayaan dengan alam dan konsep monadik yang pernah berlaku. Mereka menganggap bahwa kebudayaan yang sebelumnya dianggap "tidak elit" dan "kebudayaan elit" adalah sama - masing-masing masyarakat memiliki kebudayaan yang tidak dapat diperbandingkan. Pengamat sosial membedakan beberapa kebudayaan sebagai kultur populer (popular culture) atau pop kultur, yang berarti barang atau aktivitas yang diproduksi dan dikonsumsi oleh banyak orang.
[sunting] Kebudayaan sebagai "sudut pandang umum"
Selama Era Romantis, para cendekiawan di Jerman, khususnya mereka yang peduli terhadap gerakan nasionalisme - seperti misalnya perjuangan nasionalis untuk menyatukan Jerman, dan perjuangan nasionalis dari etnis minoritas melawan Kekaisaran Austria-Hongaria - mengembangkan sebuah gagasan kebudayaan dalam "sudut pandang umum". Pemikiran ini menganggap suatu budaya dengan budaya lainnya memiliki perbedaan dan kekhasan masing-masing. Karenanya, budaya tidak dapat diperbandingkan. Meskipun begitu, gagasan ini masih mengakui adanya pemisahan antara "berkebudayaan" dengan "tidak berkebudayaan" atau kebudayaan "primitif."
Pada akhir abad ke-19, para ahli antropologi telah memakai kata kebudayaan dengan definisi yang lebih luas. Bertolak dari teori evolusi, mereka mengasumsikan bahwa setiap manusia tumbuh dan berevolusi bersama, dan dari evolusi itulah tercipta kebudayaan.
Pada tahun 50-an, subkebudayaan - kelompok dengan perilaku yang sedikit berbeda dari kebudayaan induknya - mulai dijadikan subyek penelitian oleh para ahli sosiologi. Pada abad ini pula, terjadi popularisasi ide kebudayaan perusahaan - perbedaan dan bakat dalam konteks pekerja organisasi atau tempat bekerja.
[sunting] Kebudayaan sebagai mekanisme stabilisasi
Teori-teori yang ada saat ini menganggap bahwa (suatu) kebudayaan adalah sebuah produk dari stabilisasi yang melekat dalam tekanan evolusi menuju kebersamaan dan kesadaran bersama dalam suatu masyarakat, atau biasa disebut dengan tribalisme.
[sunting] Kebudayaan di antara masyarakat
Sebuah kebudayaan besar biasanya memiliki sub-kebudayaan (atau biasa disebut sub-kultur), yaitu sebuah kebudayaan yang memiliki sedikit perbedaan dalam hal perilaku dan kepercayaan dari kebudayaan induknya. Munculnya sub-kultur disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya karena perbedaan umur, ras, etnisitas, kelas, aesthetik, agama, pekerjaan, pandangan politik dan gender,
Ada beberapa cara yang dilakukan masyarakat ketika berhadapan dengan imigran dan kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan asli. Cara yang dipilih masyarakat tergantung pada seberapa besar perbedaan kebudayaan induk dengan kebudayaan minoritas, seberapa banyak imigran yang datang, watak dari penduduk asli, keefektifan dan keintensifan komunikasi antar budaya, dan tipe pemerintahan yang berkuasa.
* Monokulturalisme: Pemerintah mengusahakan terjadinya asimilasi kebudayaan sehingga masyarakat yang berbeda kebudayaan menjadi satu dan saling bekerja sama.
* Leitkultur (kebudayaan inti): Sebuah model yang dikembangkan oleh Bassam Tibi di Jerman. Dalam Leitkultur, kelompok minoritas dapat menjaga dan mengembangkan kebudayaannya sendiri, tanpa bertentangan dengan kebudayaan induk yang ada dalam masyarakat asli.
* Melting Pot: Kebudayaan imigran/asing berbaur dan bergabung dengan kebudayaan asli tanpa campur tangan pemerintah.
* Multikulturalisme: Sebuah kebijakan yang mengharuskan imigran dan kelompok minoritas untuk menjaga kebudayaan mereka masing-masing dan berinteraksi secara damai dengan kebudayaan induk.
Kebudayaan menurut wilayah
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kebudayaan menurut wilayah
Seiring dengan kemajuan teknologi dan informasi, hubungan dan saling keterkaitan kebudayaan-kebudayaan di dunia saat ini sangat tinggi. Selain kemajuan teknologi dan informasi, hal tersebut juga dipengaruhi oleh faktor ekonomi, migrasi, dan agama.
Afrika
Beberapa kebudayaan di benua Afrika terbentuk melalui penjajahan Eropa, seperti kebudayaan Sub-Sahara. Sementara itu, wilayah Afrika Utara lebih banyak terpengaruh oleh kebudayaan Arab dan Islam.
Orang Hopi yang sedang menenun dengan alat tradisional di Amerika Serikat.
Amerika
Kebudayaan di benua Amerika dipengaruhi oleh suku-suku Asli benua Amerika; orang-orang dari Afrika (terutama di Amerika Serikat), dan para imigran Eropa terutama Spanyol, Inggris, Perancis, Portugis, Jerman, dan Belanda.
Asia
Asia memiliki berbagai kebudayaan yang berbeda satu sama lain, meskipun begitu, beberapa dari kebudayaan tersebut memiliki pengaruh yang menonjol terhadap kebudayaan lain, seperti misalnya pengaruh kebudayaan Tiongkok kepada kebudayaan Jepang, Korea, dan Vietnam. Dalam bidang agama, agama Budha dan Taoisme banyak memengaruhi kebudayaan di Asia Timur. Selain kedua Agama tersebut, norma dan nilai Agama Islam juga turut memengaruhi kebudayaan terutama di wilayah Asia Selatan dan tenggara.
Australia
Kebanyakan budaya di Australia masa kini berakar dari kebudayaan Eropa dan Amerika. Kebudayaan Eropa dan Amerika tersebut kemudian dikembangkan dan disesuaikan dengan lingkungan benua Australia, serta diintegrasikan dengan kebudayaan penduduk asli benua Australia, Aborigin.
Eropa
Kebudayaan Eropa banyak terpengaruh oleh kebudayaan negara-negara yang pernah dijajahnya. Kebudayaan ini dikenal juga dengan sebutan "kebudayaan barat". Kebudayaan ini telah diserap oleh banyak kebudayaan, hal ini terbukti dengan banyaknya pengguna bahasa Inggris dan bahasa Eropa lainnya di seluruh dunia. Selain dipengaruhi oleh kebudayaan negara yang pernah dijajah, kebudayaan ini juga dipengaruhi oleh kebudayaan Yunani kuno, Romawi kuno, dan agama Kristen, meskipun kepercayaan akan agama banyak mengalami kemunduran beberapa tahun ini.
Timur Tengah dan Afrika Utara
Kebudayaan didaerah Timur Tengah dan Afrika Utara saat ini kebanyakan sangat dipengaruhi oleh nilai dan norma agama Islam, meskipun tidak hanya agama Islam yang berkembang di daerah ini.
Kebudayaan sangat dekat sekali dengan kehidupan kita, karena kebudayaan terkait dengan aktivitas atau kebiasaan kita sehari-hari. Misalnya, di Yunani kuno, aktifitas kebiasaan masyarakatnya adalah berpikir, maka tidak heran bahwa kebanyakan filsafat dan ilmu pengetahuan berasal dari Yunani. Budaya berkembang dari zaman ke zaman. Semua yang kita nikmati sekarang ini merupakan hasil kerja keras banyak orang. Beratus-ratus tahun yang lampau, seorang raja pun duduk di bangku kayu yang keras, tetapi sekarang kita pun dapat menikmati kursi yang empuk. Dari kursi kayu sampai kursi yang empuk sekarang melewati perjuangan yang keras, semua keberhasilan budaya kita nikmati dan gunakan sekarang ini. Ketika kita mengunjungi suatu masyarakat kita akan mengenali "jiwa" di balik kebudayaan tersebut. Mengapa kota-kota di Timur begitu banyak debu? Oleh karena masyarakat Timur mneghilangkan debu dengan menyapu. Seorang menyapu ke arah tetangga, mungkin nanti tetangga akan menyapu ke rumah orang tersebut atau ke tetangga lainnya. Mungkin ini disebabkan masyarakat Timur tidak terlalu peduli dengan orang lain, yang penting rumah sendiri yang bersih. Di Barat orang membersihkan debu menggunakan vacuum cleaner, yaitu menyedot lalu dibuang ke pembuangan, dengan latar belakang bahwa kotoran haru dibersihkan secara tuntas.
sumber : Dosa & Kebudayaan, Stephen Tong
http://lindaaihuayu.ngeblogs.info/2010/10/31/kepribadian-bangsa-timur/
http://www.infodiknas.com/daspen1/
http://pakguruonline.pendidikan.net/buku_tua_pakguru_dasar_kpdd_12.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
Hakekat manusia adalah sebagai berikut :
1.
Makhluk yang memiliki tenga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
2.
Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial.
3.
yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya.
4.
Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama hidupnya.
5.
Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati
6.
Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudanya merupakan ketakterdugaan dengan potensi yang tak terbatas
7.
Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat.
8.
Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial.
A. Manusia Menurut Pandangan Ilmiah dan Filsafat
Dalam pandangan klasik dan rasional tentang manusia faktanya manusia adalah makhluk yang berakal. Menurut Plato akal adalah alat untuk mengarahkan budi pekerti. Aristoteles juga berpendapat bahwa akal manusia adalah kekuatan yang tertinggi dari jiwa dan merupakan kebanggaan dan keagungan manusia. Manusia menurut pandangan ilmu Antropologi adalah homo sapien. Pandangan antropologi budaya manusia adalah organisme sosio budaya. Pandangan ilmu psikologi manusia adalah individu yang belajar. Pandangan ilmu sosiologi manusia adalah animal sociale (binatang yang bermasyarakat). Menurut Aristoteles ilmu politika manusia sebagai animal politicon (binatang yang hidup berpolitik). Pandangan ilmu ekonomi manusia adalah animal econominicus (binatang yang terus berusaha memperoleh kemakmuran materiil).
Manusia menurut pandangan filsafat manusia adalah:
1. Manusia seutuhnya (animal symbolicum).
2. Hewan yang mempunyai kemampuan menggunakan simbol-simbol untuk menyatakan pikiran sebagai milik manusia yang unik (animal rationale).
3. Hewan yang mempunyai kemampuan untuk menggunakan simbol-simbol untuk mengkomunikasikan pikirannya (animal sociale).
4. Hewan yang mempunyai kemampuan menggunakan simbol-simbol untuk menalar dan menyadari sebagai pribadi yang menalar.
5. Hewan yang mempunyai kemampuan menggunakan simbol-simbol untuk mengkombinasikan unsur-unsur yang menghasilkan suatu yang kreatif.
6. Hewan yang mempunyai kemampuan menggunakan simbol-simbol maka dapat mengadakan perbedaan moral.
7. Hewan yang mempunyai kemampuan menggunakan simbol-simbol dapat menyadari diri sendiri sebagai pribadi.
Sifat-sifat manusia yang demikian harus dipahami oleh para pelaku pendidikan sebagai dasar pengembangan proses pendidikan guna mencapai hasil sebagaimana diharapkan baik untuk masa depan peserta didik itu sendiri maupun untuk pembangunan secara luas.
B. Manusia sebagai Makhluk Individu
Setiap insan yang dilahirkan tentunya mempunyai pribadi yang berbeda atau menjadi dirinya sendiri, sekalipun sanak kembar. Itulah uniknya manusia. Karena dengan adanya individulitas itu setiap orang memiliki kehendak, perasaan, cita-cita, kecenderungan, semangat, daya tahan yang berbeda. Kesanggupan untuk memikul tanggung jawab sendiri merupakan ciri yang sangat essensial dari adanya individualitas pada diri setiap insan.
Mengenal perbedaan individual murid ini sangat penting bagi guru, yaitu guru dapat menyikapi siswa dengan cara tertentu dalam proses pembelajaran. Guru tidak bisa memperlakukan siswa secara seragam. Keunikan siswa hendaknya dihadapi dengan cara-cara yang beragam guna mencapai efektifitas pembelajaran.
Menurut Oxendine dalam (Tim Dosen TEP, 2005) bahwa perbedaan individualitas setiap insan nampak secara khusus pada aspek sebagai berikut
1. Perbedaan fisik: usia, tingkat dan berat badan, jenis kelamin, pendengaran, penglihatan, kemampuan bertindak.
2. Perbedaan sosial: status ekonomi,agama, hubungan keluarga, suku.
3. Perbedaan kepribadian: watak, motif, minat dan sikap.
4. Perbedaan kecakapan atau kepandaian
Sifat-sifat keindividualitasan setiap insan perlu ditumbuhkembangkan melalui pendidikan agar bisa menjadi kenyataan, disini pendidikan berfungsi membantu peserta didik untuk membentuk kepribadianya atau keindividualannya. Sebagai makhluk individu, manusia memerlukan pola tingkah lak yang bukan merupakan tindakan instingtif, dan hal ini hanya bisa diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman belajar (Tim Dosen FIP-UM,1995). Pendidikan harus mengembangkan peserta didik agar mampu menolong dirinya sendiri. Pendidik hanya menunjukan jalan dan memberikan motivasi bagaimana cara memperoleh sesuatu dalam mengembangkan dirinya. Artinya bahwa dalam proses pendidikan itu yang aktif bukan hanya pendidik tetapi juga peserta didik. Proses pendidikan adalah tindakan bersama, berlangsung dalam suatu pergaulan timbal balik, yang juga memperhatikan kepribadian tiap peserta didik, kesefahaman,keserasian, kebersamaan antara pendidik dan peserta didik untuk menumbuhkan rasa saling percaya dan ini merupakan dasar untuk menumbuhkan kewibawaan pendidik. Pendidikan adalah suatu hak fundamental, maka masyarakat mempunyai kewajiban untuk memberikan kesempatan pendidikan yang diimplikasikan oleh hak itu, (Arbi, 1988). Pendidikan merupakan tanggungjawab bersama antara keluarga, pemerintah dan masyarakat. Dilain pihak dikatan bahwa pendidikan berhubungan untuk ”dapat membangun diri sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa”.
C. Manusia sebagai Makhluk Sosial
Manusia adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya. Manusia tidak dapat mencapai apa yang diinginkan dengan dirinya sendiri. Sebagai makhluk sosial karena manusia menjalankan peranannya dengan menggunakan simbol untuk mengkomunikasikan pemikiran dan perasaanya. Manusia tidak dapat menyadari individualitas, kecuali melalui medium kehidupan sosial.
Manisfestasi manusia sebagai makhluk sosial, nampak pada kenyataan bahwa tidak pernah ada manusia yang mampu menjalani kehidupan ini tanpa bantuan orang lain.
Kesadaran manusia sebagai makhluk sosial, justru memberikan rasa tanggungjawab untuk mengayomi individu yang jauh lebih ”lemah” dari pada wujud sosial yang ”besar” dan ”kuat”. Kehidupan sosial, kebersamaan, baik itu non formal (masyarakat) maupun dalam bentuk-bentuk formal (institusi, negara) dengan wibawanya wajib mengayomi individu.
Esensi manusia sebagai makhluk sosial pada dasarnya adalah kesadaran manusia tentang status dan posisi dirinya adalah kehidupan bersama, serta bagaimana tanggungjawab dan kewajibannya di dalam kebersamaan.
Hakekat manusia sebagai makhluk sosial dan politik akan membentuk hukum, mendirikan kaidah perilaku, serta bekerjasama dalam kelompok yang lebih besar. Dalam perkembangan ini, spesialisasi dan integrasi atau organissai harus saling membantu. Sebab kemajuan manusia nampaknya akan bersandar kepada kemampuan manusia untuk kerjasama dalam kelompok yang lebih besar. Kerjasama sosial merupakan syarat untuk kehidupan yang baik dalam masyarakat yang saling membutuhkan.
Melalui pendidikan dapat dikembangkan suatu keadaan yang seimbang antara perkembangan aspek individual, sosial, moral dan religi, agar menjadi manusia yang bisa menjalani kehidupan bersama.
D. Manusia sebagai Makhluk Susila
Susila berasal dari kata su dan sila yang artinya kepantasan yang lebih tinggi. Menurut bahasa ilmiah sering digunakan istilah etiket (persoalan kepantasan dan kesopanan) dan etika (persoalan kebaikan). Jasi kesusilaan selalu berhubungan dengan nilai-nilai. Pada hakekatnya manusia memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan susila, serta melaksanakannya sehingga dikatakan manusia itu adalah makhluk susila. Dirjarkara mengartikan manusia susila sebagai manusia yang memiliki nilai-nilai tersebut dalam perbuatan. (Dirjarkara, 1978,36-39) nilai-nilai merupakan sesuatu yang dijunjung tinggi oleh manusia karena mengandung makna kebaikan, keluhuran, kemuliaan dan sebagainya, sehingga dapat diyakini dan dijadikan pedoman dalam hidup.
Hubungan dan kebersamaan dengan sesama manusialah manusia dapat hidup dan berkembang sebagai manusia. Manusia bertindak, tidak sembarang bertindak, melainkan mereka dapat mempertimbangkan, merancang, dan mengarahkan tindakannya. Persoalan mengenai masalah apakah tindakannya baik dan tidak baik, adalah persoalan tentang nilai, persoalan norma, persoalan moral atau susila. Peran pendidikan disini membantu mengarahkan perbuatan anak dalam kehidupannya dimasa mendatang. Dengan pendidikan pula peserta didik dapat tumbuh kesadarannya terhadap nilai, dapat tumbuh suatu sikap untuk berbuat dan mau berbuat selaras dengan nilai, atau berbuat selaras dengan apa yang seharusnya diperbuat. Perbuatan yang selaras dengan nilai itulah yang menjadi inti dari perbuatan yang bertanggung jawab.
Pandangan manusia sebagai makhluk susila atau bermoral, bersumber pada kepercayaan bahwa budi nurani manusia secara apriori adalah sadar nilai dan pengabdi norma-norma. Pendirian ini sesuai dengan analisa ilmu jiwa dalam tentang struktur jiwa (das Es, das Ich dan das uber ich). Struktur jiwa yang disebut das Uber Ich (super ego) yang sadar nilai esensial manusia sebagai makhluk susila. Kesadaran susila (sense of morality) tidak dapat dipisahkan dengan realitas sosial, sebab adanya nilai, efektifitas nilai, berfungsinya nilai hanya ada di dalam kehidupan sosial, artinya kesusilaan atau moralitas adalah fungsi sosial. Tiap hubungan sosial mengandung hubungan moral. “Tiada hubungan sosial tanpa hubungan susila, dan tiada hubungan susila tanpa hubungan sosial” (Noorsyam, 1986).
Kodrat manusia sebagai makhluk susila dapat hidup aktif-kreatif, sadar diri dan sadar lingkungan, maka intervensi pendidikan bukan hanya sekedar penanaman kebiasaan atau latihan namun juga memerlukan motivasi dan pembinaan kata hati atau hati nurani yang kelak akan membentuk suatu keputusan. Oleh karena itu pendidikan harus mampu menciptakan manusia susila, dengan mengusahakan peserta didik menjadi manusia pendukung norma, kaidah, dan nilai-nilai susila dan sosial yang dijunjung tinggi oleh masyarakatnya.
Pentingnya mengetahui dan menerapkan secara nyata norma,nilai dan kaidah masyarakat dalam kehidupan sehari-hari mempunyai beberapa alasan, antara lain:
1. Untuk kepentingan dirinya sendiri sebagai individu
Setiap individu harus dapat menyesuaikan terhadap kehidupan dan bertingkah laku sesuai norma, nilai, dan kaidah yang berlaku pada masyarakat, agar individu tersebut merasa aman, diterima dalam kelompok masyarakat tersebut.
1. Untuk kepentingan stabilitas kehidupan masyarakat itu sendiri
Dalam kehidupan bermasyarakat tentunya memiliki aturan yang berupa norma, nilai dan kaidah sosial yang mengatur tingkah laku individu yang bergabung didalamya. Norma, nilai dan kaidah sosial tersebut merupakan hasil persetujuan bersama demi untuk dilaksanakan dalam kehidupan bersama, demi untuk mencapai tujuan bersama (Tim Dosen FIP UM, 1995).
E. Manusia sebagai Makhluk Keberagamaan
Manusia adalah makhluk beragama, dalam arti bahwa mereka percaya dan/atau menyembah Tuha, melakukan ritual (ibadah) atau upacara-upacara. Suatu fenomena bahwa manusia menyembah, berdoa, menyesali diri dan minta ampun kepada sesuatu yang ghaib, walaupun kemudian ada yang menjadi agnostic (tidak mau tahu akan adanya Tuhan) atau atheis (mengingkari adanya Tuhan). Mereka cenderung untuk mengganti Tuhan yang bersifat pribadi seperti negara, ras, proses alam, pengabdian total untuk mencari kebenaran atau ideal-ideal yang lain.
Hubungan pribadi manusia dengan Tuhan lebih bersifat trasendental, karena hubungan ini lebih banyak melibatkan rohani pribadi manusia yang bersifat perseorangan. Dengan adanya agama maka manusia mulai menganutnya. Beragama merupakan kebutuhan manusia karena manusia adalah makhluk yang lemah sehingga memerlukan tempat bertopang. Manusia memerlukan agama demi keselamatan hidupnya. Manusia dapat menghayati agama melalui proses pendidikan agama, penanaman sikap dan kebiasaan dalam beragama dimulai sedini mungkin, meskipun masih terbatas pada latihan kebiasaan (habit formation). Tetapi sebagai pengembangan pengkajian lebih lanjut tentunya tidak dapat diserahkan hanya kepada satu pihak sekolah saja atau orang tua saja melainkan keduannya harus berperan. Oleh karena itu dimasukkannya kurikulum pendidikan agama di sekolah-sekolah.
Tugas pendidikan yaitu membina pribadi manusia untuk mengerti, memahami, menghayati, dan mengamalkan aspek-aspek religi dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Selaras dengan pandangan manusia sebagai makhluk beragama, maka menggali nilai-nilai yang melandasi pendidikan itu hendaknya memperhatikan nilai-nilai yang bersumber pada Tuhan Yang Maha Esa dengan meyeimbangkan antara kehidupan dunia dan akherat.
F. Potensi Manusia
Manusia dikaruniai fasilitas istimewa dan tidak dimiliki makhluk lain yaitu berupa akal. Dengan akal, Tuhan memberi tugas untuk mengatur, mengelola, memberdayakan dan menjaga kelestarian alam. Manusia juga diberikan kelebihan yaitu rasa, karsa, cipta, karya, dan hati nurani. Dari semua kelebihan tersebut bisa dikembangkan kedalam potensi-potensi yang bersumber dari cipta, yaitu potensi intelektual atau intelectual quontien (IQ). Potensi dari rasa, yakni potensi emosional atau emosional quontien (EQ) dan potensi spiritual atau spiritual quontien (SQ). Sedangkan potensi yang bersumber dari karsa adalah potensi ketahanmalangan atau adversity quontien (AQ) dan potensi vokasional quontien (VQ).
Dengan IQ, manusia mampu menyatakan benar dan salah berdasarkan intelektual. Kita mampu menghitung, membuat konstruksi bangunan, meyusun program. Dengan EQ, manusia mampu mengendalikan amarah, memiliki rasa iba, kasih sayang, tanggung jawab, kerjasama dn kesenia (estetika). Dengan adanya EQ maka muncul sikap sabar, lemah lembut ataupun sebaliknya. Dengan SQ, manusia membedakan mana yang baik dan yang buruk. Potensi ini sangat terkait dengan etika atau nilai-nilai moral, baik dan buruk, serta nilai-nilai keagamaan. Dengan AQ, manusia mampu menghadapi berbagai hambatan dan tantangan hidup. Dengan adanya ini muncul sikap tabah, tangguh, memiliki daya juang dan kreatifitas. Dengan VQ, manusia mampu dan cenderung pada bidang-bidang ketrampilan atau kejuruan. Misalnya bidang olahraga, kesenian, dan teknik. Pada hakekatnya, kedua potensi AQ dan VQ merupakan manisfestasi dari berbagai potensi diri yang direalisasikan dalam tindakan.
Berikut akan dideskripsikan bagaimana potensi-potensi itu berproses pada diri manusia. Potensi pikir, awal dari proses pengembangan diri manusia. Contoh, seorang pelukis ingin membuat sebuah gambar yang menarik menurut pendiriannya. Dia punyai ide atau pikiran wujud benda yang mau dilukis, katakanlah gambar wanita. Setelah ide itu muncul dan pikiran mulai berproses, selanjutnya dia menilai secara psikologis (rasa) bahwa model gambar wanita yang mau dilukis itu cocok, indah, dan menarik. Berikutnya muncul kehendak (rasa) untuk mewujudkan keinginan membuat lukisan wanita itu. Kehendak akan muncul dan ingin diwujudkan apabila hasil penilaian psikologis (rasa) cocok dengan selera sang pelukis. Selanjutnya, ketika pada diri manusia sudah ada kehendak untuk mewujudkan lukisan wanita, daya cipta muncul bagaimana memulai dan menggambarkan model lukisan yang diinginkan. Hasil dari daya cipta ditunjukkan dengan wujud nyata, yakni yang berupa lukisan wanita sebagaimana yang dibayangkannya. Karena manusia adalah mahluk beretika, termasuk pelukisnya juga mahluk etika, maka karya cipta manuisa itu harus mengandung nilai etika. Tidak semaunya pelukis itu membuat lukisan apapun tanpa mempertimbangkan etika. Kalau tidak, walaupun karya ciptanya bisa diterima orang lain, itu sangat terbatas. Tetapi jika etika sosial dan keagamaan menjadi dasar dari semua karya cipta manusia akan sangat memungkinkan untuk diterima oleh lebih banyak orang dan lebih abadi. Inilah fungsi daripada potensi hati nurani dalam diri manusia, yang berfungsi sebagai penyeleksi dan memberi penerangan pada setiap karya cipta manusia. (Rulam Ahmadi)
KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR
Bangsa dikenal menjadi dua bagian yaitu bangsa barat dan bangsa timur. Kepribadian diantara dua bangsa tersebut sangatlah berbeda. Masing-masing bangsa memiliki budaya yang unik dan beragam. Budaya merupakan identitas dan ciri khas suatu bangsa. Dengan adanya budaya kita dapat lebih mengenal dan memahami masyarakat yang terdapat dalam berbagai macam negara. Bangsa timur meliputi seluruh daratan asia. Pada kesempatan kali ini saya ingin menjelaskan kepribadian bangsa timur secara umum ditambahkan dengan contoh-contoh budaya yang unik, menarik, serta mengejutkan dari beberapa negara timur. Pertama saya ingin mengulas mengenai bahasa bangsa timur. Bahasa merupakan unsur budaya yang pertama. Bahasa digunakan sebagai alat komunikasi untuk dapat berhubungan dengan orang lain. Dengan adanya bahasa kita dapat lebih mengenal dan memahami orang-orang yang berada di sekitar kita. Terdapat dua jenis bahasa di timur yaitu bahasa halus dan bahasa kasar. Bahasa halus biasanya digunakan untuk berbicara secara formal dan sopan yang ditujukan kepada orang yang lebih tua maupun kepada orang yang memiliki status sosial lebih tinggi, seperti antara karyawan dengan direktur perusahaan. Sedangkan bahasa kasar digunakan untuk berbicara sehari-hari yang lebih bersifat santai. Biasanya digunakan untuk berbicara kepada teman sebaya. Bangsa timur memiliki adat istiadat yang sang sangat unik. Mereka sangat percaya terhadap hal-hal yang bersifat mistik, ghaib, dan berbau supranatural. Seperti di Indonesia tepatnya di Pulau Bali terdapat suatu upacara yang dikenal “ngaben” yaitu upacara pembakaran mayat yang dianggap merupakan upacara yang membawa kebaikan. Kemudian di Korea juga terdapat tradisi yang disebut “Treading On The Bridge” yaitu berjalan-jalan santai melewati jembatan di bawah bulan purnama pada malam purnama tahun baru. Menurut kepercayaan jika melakukan hal tersebut akan membuat kaki kita menjadi kuat. Tradisi lainnya di korea yaitu “Lucky Rice Scoop.” Jadi kita menggantungkan skoop (sendok) di bawah jendela agar diberikan beras yang melimpah oleh para dewa. Bangsa timur sebagian besar masih terdiri dari negara-negara yang belum berkembang. Tetapi ada juga beberapa negara di timur yang sudah maju dalam perekonomian dan politiknya, yaitu Jepang, Hongkong, Korea Selatan, Taiwan dan Singapura. Negara-negara tersebut disebut juga sebagai “Negara Indutri Baru”. Negara-negara tersebut mencoba untuk meniru sistem politik dan perekonomian di barat dan ternyata hasilnya mengalami kemajuan yang pesat. Negara idustri baru ini juga disebut sebagai “Macan Asia”. Bangsa timur memiliki sistem kekerabatan yang erat. Mereka sangat mengutamakan “Kebersamaan”. Terutama di daerah-daerah pelosok seperti di desa. Di desa-desa jika ada salah satu tetangga yang mengadakan acara, acara hajatan misalnya, maka tetangga-tetangga yang lain akan ikut membantu dari awal acara sampai akhir. Berbeda dengan di kota yang sudah terpengaruh oleh budaya barat yang individualis, sehingga kekerabatan tidak terlalu erat namun tetap ada. Makanan khas dalam bangsa timur sangat beragam, namun secara keseluruhan cenderung kepada yang bersifat vegetarian. Makanan utama negara-negara timur ini tetaplah nasi, namun akan terasa tidak lengkap jika tidak ada sayuran. seperti di Indonesia tepatnya orang-orang sunda mereka tidak akan merasa puas jika tidak makan bersama dengan lalapan. Lalapan adalah berbagai macam sayuran segar sperti selada, kemangi, timun,dsb. Di korea juga terdapat makanan yang harus selalu ada di setiap sesi makan, yaitu “Kimchi”. Kimchi merupakan sayuran rendah kalori dengan kadar serat yang tinggi. Seperti kacang panjang, bawang, selada,toge dll. Arti kimchi bagi orang korea sangatlah mendalam. Wanita yang dapat membuat kimchi dengan lezat maka tidak akan diragukan lagi kemampunnya dalam memasak makanan yang lain. Kimchi ini pertama kali dibuat oleh seorang permaisuri raja sebagai hidangan untuk perayaan sesi. Kemudian di India juga terdapat makanan khas yang sebut “Samosa” yaitu kentang rebus dan sayuran berbumbu kari. Jadi mayoritas makanan utama masyarakat timur bukan makanan yang berkolestrol tinggi. Minuman khas di tiap negara timur berbeda-beda. Tetapi jika di jepang, Korea, dan China rata-rata sehabis makan mereka akan meminum minuman semacam bir tapi berbeda. Di jepang dikenal dengan sebutan arak sedangakan di korea biasanya disebut soju. Sistem pernikahan masyarakat timur cenderung menganut sistem patrilineal, yaitu pria memegang peranan penting dalam kesejahteraan keluarga dan diwajibkan untuk bekerja. Sedangkan wanita diperbolehkan bekerja jika diizinkan oleh suami atau jika kebutuhan keluarga belum mencukupi. di Jepang terdapat tradisi yang cukup unik, yaitu kita harus segera mengembalikan undangan dengan menceklis kata hadir atau tidak hadir untuk memastikan apakah kita dapat datang atau tidak. kemudian jangan lupa juga untuk membawa uang tunai, biasanya jumlah uang tertera pada undangan. Rata-rata adalah sebesar 30.00 yen yang jika dirupiahkan di Indonesia mencapai 3 juta rupiah. Uang tersebut dimasukan kedalam amplop khusus yang disebut “shugi buruko”, lalu di bagian depan amplop ditulisi dengan nama kita. Pakaian adat bangsa timur bersifat tertutup dalam arti sopan dan menutupi aurat. Di Jepang terdapat pakaian adat wanita dan pria yaitu kimono atau lebih sering disebut yukata. Pakaian adat wanita terdiri dari berbagai macam jenis, tiga diantaranya yaitu kurotomesode, furisode, komon. Kurotomesode adalah kimono yang paling formal,biasanya di pakai oleh wanita yang sudah menikah. Furisode yaitu kimono paling formal yang dipakai oleh wanita yang belum menikah. Sedangakan komon adalah kimono santai yang dipakai oleh wanita yang sudah atau belum menikah. Rumah adat di negara-negara timur sebagian besar berbahan dasar kayu. Seperti di Indonesia yang dapat dilihat di Taman Mini Indonesia Indah. Seperti di Jepang karena merupakan wilayah yang sering terjadi gempa maka rumah-rumah disana bermaterikan kayu yang pada bagian bawahnya ditutupi oleh anyaman tikar (tatami) dan pintunya juga terbuat dari perpaduan kayu dan kertas (shoji) sebagai dinding partisinya. Bangsa timur ini juga merupakan tempat lahirnya Agama Islam. Maka sebagian masyaraktnya penganut agama Islam. Secara umum masyarakat di timur bersifat ramah, toleransi, tenggang rasa, religius, dan kritis. Mungkin hanya ini yang dapat saya sampaikan mengenai kepribadian bangsa timur. Semoga bacaan ini dapat bermanfaatBudaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.[1] Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.[1] Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.[1]
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.[2]
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri."Citra yang memaksa" itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti "individualisme kasar" di Amerika, "keselarasan individu dengan alam" d Jepang dan "kepatuhan kolektif" di Cina. Citra budaya yang brsifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain..
DEFINISI BUDAYA
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
[sunting] Unsur-Unsur
Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
1. Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
* alat-alat teknologi
* sistem ekonomi
* keluarga
* kekuasaan politik
2. Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
* sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
* organisasi ekonomi
* alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
* organisasi kekuatan (politik)
[sunting] Wujud dan komponen
[sunting] Wujud
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.
* Gagasan (Wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
* Aktivitas (tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
* Artefak (karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan.
Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.
[sunting] Komponen
Berdasarkan wujudnya tersebut, kebudayaan dapat digolongkan atas dua komponen utama:
* Kebudayaan material
Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.
* Kebudayaan nonmaterial
Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.
[sunting] Hubungan Antara Unsur-Unsur Kebudayaan
Komponen-komponen atau unsur-unsur utama dari kebudayaan antara lain:
[sunting] Peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi)
Teknologi merupakan salah satu komponen kebudayaan.
Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi, memakai, serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan. Teknologi muncul dalam cara-cara manusia mengorganisasikan masyarakat, dalam cara-cara mengekspresikan rasa keindahan, atau dalam memproduksi hasil-hasil kesenian.
Masyarakat kecil yang berpindah-pindah atau masyarakat pedesaan yang hidup dari pertanian paling sedikit mengenal delapan macam teknologi tradisional (disebut juga sistem peralatan dan unsur kebudayaan fisik), yaitu:
* alat-alat produktif
* senjata
* wadah
* alat-alat menyalakan api
* makanan
* pakaian
* tempat berlindung dan perumahan
* alat-alat transportasi
[sunting] Sistem mata pencaharian
Perhatian para ilmuwan pada sistem mata pencaharian ini terfokus pada masalah-masalah mata pencaharian tradisional saja, di antaranya:
* Berburu dan meramu
* Beternak
* Bercocok tanam di ladang
* Menangkap ikan
[sunting] Sistem kekerabatan dan organisasi sosial
Sistem kekerabatan merupakan bagian yang sangat penting dalam struktur sosial. Meyer Fortes mengemukakan bahwa sistem kekerabatan suatu masyarakat dapat dipergunakan untuk menggambarkan struktur sosial dari masyarakat yang bersangkutan. Kekerabatan adalah unit-unit sosial yang terdiri dari beberapa keluarga yang memiliki hubungan darah atau hubungan perkawinan. Anggota kekerabatan terdiri atas ayah, ibu, anak, menantu, cucu, kakak, adik, paman, bibi, kakek, nenek dan seterusnya. Dalam kajian sosiologi-antropologi, ada beberapa macam kelompok kekerabatan dari yang jumlahnya relatif kecil hingga besar seperti keluarga ambilineal, klan, fatri, dan paroh masyarakat. Di masyarakat umum kita juga mengenal kelompok kekerabatan lain seperti keluarga inti, keluarga luas, keluarga bilateral, dan keluarga unilateral.
Sementara itu, organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.
[sunting] Bahasa
Bahasa adalah alat atau perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling berkomunikasi atau berhubungan, baik lewat tulisan, lisan, ataupun gerakan (bahasa isyarat), dengan tujuan menyampaikan maksud hati atau kemauan kepada lawan bicaranya atau orang lain. Melalui bahasa, manusia dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat, tingkah laku, tata krama masyarakat, dan sekaligus mudah membaurkan dirinya dengan segala bentuk masyarakat.
Bahasa memiliki beberapa fungsi yang dapat dibagi menjadi fungsi umum dan fungsi khusus. Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat untuk berekspresi, berkomunikasi, dan alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial. Sedangkan fungsi bahasa secara khusus adalah untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari, mewujudkan seni (sastra), mempelajari naskah-naskah kuno, dan untuk mengeksploitasi ilmu pengetahuan dan teknologi.
[sunting] Kesenian
Karya seni dari peradaban Mesir kuno.
Kesenian mengacu pada nilai keindahan (estetika) yang berasal dari ekspresi hasrat manusia akan keindahan yang dinikmati dengan mata ataupun telinga. Sebagai makhluk yang mempunyai cita rasa tinggi, manusia menghasilkan berbagai corak kesenian mulai dari yang sederhana hingga perwujudan kesenian yang kompleks.
[sunting] Sistem Kepercayaan
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Agama
Ada kalanya pengetahuan, pemahaman, dan daya tahan fisik manusia dalam menguasai dan mengungkap rahasia-rahasia alam sangat terbatas. Secara bersamaan, muncul keyakinan akan adanya penguasa tertinggi dari sistem jagad raya ini, yang juga mengendalikan manusia sebagai salah satu bagian jagad raya. Sehubungan dengan itu, baik secara individual maupun hidup bermasyarakat, manusia tidak dapat dilepaskan dari religi atau sistem kepercayaan kepada penguasa alam semesta.
Agama dan sistem kepercayaan lainnya seringkali terintegrasi dengan kebudayaan. Agama (bahasa Inggris: Religion, yang berasar dari bahasa Latin religare, yang berarti "menambatkan"), adalah sebuah unsur kebudayaan yang penting dalam sejarah umat manusia. Dictionary of Philosophy and Religion (Kamus Filosofi dan Agama) mendefinisikan Agama sebagai berikut:
... sebuah institusi dengan keanggotaan yang diakui dan biasa berkumpul bersama untuk beribadah, dan menerima sebuah paket doktrin yang menawarkan hal yang terkait dengan sikap yang harus diambil oleh individu untuk mendapatkan kebahagiaan sejati.[3]
Agama biasanya memiliki suatu prinsip, seperti "10 Firman" dalam agama Kristen atau "5 rukun Islam" dalam agama Islam. Kadang-kadang agama dilibatkan dalam sistem pemerintahan, seperti misalnya dalam sistem teokrasi. Agama juga memengaruhi kesenian.
[sunting] Agama Samawi
Tiga agama besar, Yahudi, Kristen dan Islam, sering dikelompokkan sebagai agama Samawi[4] atau agama Abrahamik.[5] Ketiga agama tersebut memiliki sejumlah tradisi yang sama namun juga perbedaan-perbedaan yang mendasar dalam inti ajarannya. Ketiganya telah memberikan pengaruh yang besar dalam kebudayaan manusia di berbagai belahan dunia.
Yahudi adalah salah satu agama, yang jika tidak disebut sebagai yang pertama, adalah agama monotheistik dan salah satu agama tertua yang masih ada sampai sekarang. Terdapat nilai-nilai dan sejarah umat Yahudi yang juga direferensikan dalam agama Abrahamik lainnya, seperti Kristen dan Islam. Saat ini umat Yahudi berjumlah lebih dari 13 juta jiwa.[6]
Kristen (Protestan dan Katolik) adalah agama yang banyak mengubah wajah kebudayaan Eropa dalam 1.700 tahun terakhir. Pemikiran para filsuf modern pun banyak terpengaruh oleh para filsuf Kristen semacam St. Thomas Aquinas dan Erasmus. Saat ini diperkirakan terdapat antara 1,5 s.d. 2,1 milyar pemeluk agama Kristen di seluruh dunia.[7]
Islam memiliki nilai-nilai dan norma agama yang banyak memengaruhi kebudayaan Timur Tengah dan Afrika Utara, dan sebagian wilayah Asia Tenggara. Saat ini terdapat lebih dari 1,5 milyar pemeluk agama Islam di dunia.[8]
[sunting] Agama dan filsafat dari Timur
Agni, dewa api agama Hindu
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Agama dari timur dan Filosofi Timur
Agama dan filosofi seringkali saling terkait satu sama lain pada kebudayaan Asia. Agama dan filosofi di Asia kebanyakan berasal dari India dan China, dan menyebar di sepanjang benua Asia melalui difusi kebudayaan dan migrasi.
Hinduisme adalah sumber dari Buddhisme, cabang Mahāyāna yang menyebar di sepanjang utara dan timur India sampai Tibet, China, Mongolia, Jepang dan Korea dan China selatan sampai Vietnam. Theravāda Buddhisme menyebar di sekitar Asia Tenggara, termasuk Sri Lanka, bagian barat laut China, Kamboja, Laos, Myanmar, dan Thailand.
Agama Hindu dari India, mengajarkan pentingnya elemen nonmateri sementara sebuah pemikiran India lainnya, Carvaka, menekankan untuk mencari kenikmatan di dunia.
Konghucu dan Taoisme, dua filosofi yang berasal dari Cina, memengaruhi baik religi, seni, politik, maupun tradisi filosofi di seluruh Asia.
Pada abad ke-20, di kedua negara berpenduduk paling padat se-Asia, dua aliran filosofi politik tercipta. Mahatma Gandhi memberikan pengertian baru tentang Ahimsa, inti dari kepercayaan Hindu maupun Jaina, dan memberikan definisi baru tentang konsep antikekerasan dan antiperang. Pada periode yang sama, filosofi komunisme Mao Zedong menjadi sistem kepercayaan sekuler yang sangat kuat di China.
[sunting] Agama tradisional
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Agama tradisional
Agama tradisional, atau kadang-kadang disebut sebagai "agama nenek moyang", dianut oleh sebagian suku pedalaman di Asia, Afrika, dan Amerika. Pengaruh bereka cukup besar; mungkin bisa dianggap telah menyerap kedalam kebudayaan atau bahkan menjadi agama negara, seperti misalnya agama Shinto. Seperti kebanyakan agama lainnya, agama tradisional menjawab kebutuhan rohani manusia akan ketentraman hati di saat bermasalah, tertimpa musibah, tertimpa musibah dan menyediakan ritual yang ditujukan untuk kebahagiaan manusia itu sendiri.
[sunting] "American Dream"
American Dream, atau "mimpi orang Amerika" dalam bahasa Indonesia, adalah sebuah kepercayaan, yang dipercayai oleh banyak orang di Amerika Serikat. Mereka percaya, melalui kerja keras, pengorbanan, dan kebulatan tekad, tanpa memedulikan status sosial, seseorang dapat mendapatkan kehidupan yang lebih baik. [9] Gagasan ini berakar dari sebuah keyakinan bahwa Amerika Serikat adalah sebuah "kota di atas bukit" (atau city upon a hill"), "cahaya untuk negara-negara" ("a light unto the nations"),[10] yang memiliki nilai dan kekayaan yang telah ada sejak kedatangan para penjelajah Eropa sampai generasi berikutnya.
[sunting] Pernikahan
Agama sering kali memengaruhi pernikahan dan perilaku seksual. Kebanyakan gereja Kristen memberikan pemberkatan kepada pasangan yang menikah; gereja biasanya memasukkan acara pengucapan janji pernikahan di hadapan tamu, sebagai bukti bahwa komunitas tersebut menerima pernikahan mereka. Umat Kristen juga melihat hubungan antara Yesus Kristus dengan gerejanya. Gereja Katolik Roma mempercayai bahwa sebuah perceraian adalah salah, dan orang yang bercerai tidak dapat dinikahkan kembali di gereja. Sementara Agama Islam memandang pernikahan sebagai suatu kewajiban. Islam menganjurkan untuk tidak melakukan perceraian, namun memperbolehkannya.
[sunting] Sistem ilmu dan pengetahuan
Secara sederhana, pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia tentang benda, sifat, keadaan, dan harapan-harapan. Pengetahuan dimiliki oleh semua suku bangsa di dunia. Mereka memperoleh pengetahuan melalui pengalaman, intuisi, wahyu, dan berpikir menurut logika, atau percobaan-percobaan yang bersifat empiris (trial and error).
Sistem pengetahuan tersebut dikelompokkan menjadi:
* pengetahuan tentang alam
* pengetahuan tentang tumbuh-tumbuhan dan hewan di sekitarnya
* pengetahuan tentang tubuh manusia, pengetahuan tentang sifat dan tingkah laku sesama manusia
* pengetahuan tentang ruang dan waktu
[sunting] Perubahan sosial budaya
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Perubahan sosial budaya
Perubahan sosial budaya dapat terjadi bila sebuah kebudayaan melakukan kontak dengan kebudayaan asing.
Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan.
Ada tiga faktor yang dapat memengaruhi perubahan sosial:
1. tekanan kerja dalam masyarakat
2. keefektifan komunikasi
3. perubahan lingkungan alam.[11]
Perubahan budaya juga dapat timbul akibat timbulnya perubahan lingkungan masyarakat, penemuan baru, dan kontak dengan kebudayaan lain. Sebagai contoh, berakhirnya zaman es berujung pada ditemukannya sistem pertanian, dan kemudian memancing inovasi-inovasi baru lainnya dalam kebudayaan.
[sunting] Penetrasi kebudayaan
Yang dimaksud dengan penetrasi kebudayaan adalah masuknya pengaruh suatu kebudayaan ke kebudayaan lainnya. Penetrasi kebudayaan dapat terjadi dengan dua cara:
Penetrasi damai (penetration pasifique)
Masuknya sebuah kebudayaan dengan jalan damai. Misalnya, masuknya pengaruh kebudayaan Hindu dan Islam ke Indonesia[rujukan?]. Penerimaan kedua macam kebudayaan tersebut tidak mengakibatkan konflik, tetapi memperkaya khasanah budaya masyarakat setempat. Pengaruh kedua kebudayaan ini pun tidak mengakibatkan hilangnya unsur-unsur asli budaya masyarakat.
Penyebaran kebudayaan secara damai akan menghasilkan Akulturasi, Asimilasi, atau Sintesis. Akulturasi adalah bersatunya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli. Contohnya, bentuk bangunan Candi Borobudur yang merupakan perpaduan antara kebudayaan asli Indonesia dan kebudayaan India. Asimilasi adalah bercampurnya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru. Sedangkan Sintesis adalah bercampurnya dua kebudayaan yang berakibat pada terbentuknya sebuah kebudayaan baru yang sangat berbeda dengan kebudayaan asli.
Penetrasi kekerasan (penetration violante)
Masuknya sebuah kebudayaan dengan cara memaksa dan merusak. Contohnya, masuknya kebudayaan Barat ke Indonesia pada zaman penjajahan disertai dengan kekerasan sehingga menimbulkan goncangan-goncangan yang merusak keseimbangan dalam masyarakat[rujukan?]. Wujud budaya dunia barat antara lain adalah budaya dari Belanda yang menjajah selama 350 tahun lamanya. Budaya warisan Belanda masih melekat di Indonesia antara lain pada sistem pemerintahan Indonesia.
[sunting] Cara pandang terhadap kebudayaan
[sunting] Kebudayaan sebagai peradaban
Saat ini, kebanyakan orang memahami gagasan "budaya" yang dikembangkan di Eropa pada abad ke-18 dan awal abad ke-19. Gagasan tentang "budaya" ini merefleksikan adanya ketidakseimbangan antara kekuatan Eropa dan kekuatan daerah-daerah yang dijajahnya. Mereka menganggap 'kebudayaan' sebagai "peradaban" sebagai lawan kata dari "alam". Menurut cara pikir ini, kebudayaan satu dengan kebudayaan lain dapat diperbandingkan; salah satu kebudayaan pasti lebih tinggi dari kebudayaan lainnya.
Artefak tentang "kebudayaan tingkat tinggi" (High Culture) oleh Edgar Degas.
Pada prakteknya, kata kebudayaan merujuk pada benda-benda dan aktivitas yang "elit" seperti misalnya memakai baju yang berkelas, fine art, atau mendengarkan musik klasik, sementara kata berkebudayaan digunakan untuk menggambarkan orang yang mengetahui, dan mengambil bagian, dari aktivitas-aktivitas di atas. Sebagai contoh, jika seseorang berpendendapat bahwa musik klasik adalah musik yang "berkelas", elit, dan bercita rasa seni, sementara musik tradisional dianggap sebagai musik yang kampungan dan ketinggalan zaman, maka timbul anggapan bahwa ia adalah orang yang sudah "berkebudayaan".
Orang yang menggunakan kata "kebudayaan" dengan cara ini tidak percaya ada kebudayaan lain yang eksis; mereka percaya bahwa kebudayaan hanya ada satu dan menjadi tolak ukur norma dan nilai di seluruh dunia. Menurut cara pandang ini, seseorang yang memiliki kebiasaan yang berbeda dengan mereka yang "berkebudayaan" disebut sebagai orang yang "tidak berkebudayaan"; bukan sebagai orang "dari kebudayaan yang lain." Orang yang "tidak berkebudayaan" dikatakan lebih "alam," dan para pengamat seringkali mempertahankan elemen dari kebudayaan tingkat tinggi (high culture) untuk menekan pemikiran "manusia alami" (human nature)
Sejak abad ke-18, beberapa kritik sosial telah menerima adanya perbedaan antara berkebudayaan dan tidak berkebudayaan, tetapi perbandingan itu -berkebudayaan dan tidak berkebudayaan- dapat menekan interpretasi perbaikan dan interpretasi pengalaman sebagai perkembangan yang merusak dan "tidak alami" yang mengaburkan dan menyimpangkan sifat dasar manusia. Dalam hal ini, musik tradisional (yang diciptakan oleh masyarakat kelas pekerja) dianggap mengekspresikan "jalan hidup yang alami" (natural way of life), dan musik klasik sebagai suatu kemunduran dan kemerosotan.
Saat ini kebanyak ilmuwan sosial menolak untuk memperbandingkan antara kebudayaan dengan alam dan konsep monadik yang pernah berlaku. Mereka menganggap bahwa kebudayaan yang sebelumnya dianggap "tidak elit" dan "kebudayaan elit" adalah sama - masing-masing masyarakat memiliki kebudayaan yang tidak dapat diperbandingkan. Pengamat sosial membedakan beberapa kebudayaan sebagai kultur populer (popular culture) atau pop kultur, yang berarti barang atau aktivitas yang diproduksi dan dikonsumsi oleh banyak orang.
[sunting] Kebudayaan sebagai "sudut pandang umum"
Selama Era Romantis, para cendekiawan di Jerman, khususnya mereka yang peduli terhadap gerakan nasionalisme - seperti misalnya perjuangan nasionalis untuk menyatukan Jerman, dan perjuangan nasionalis dari etnis minoritas melawan Kekaisaran Austria-Hongaria - mengembangkan sebuah gagasan kebudayaan dalam "sudut pandang umum". Pemikiran ini menganggap suatu budaya dengan budaya lainnya memiliki perbedaan dan kekhasan masing-masing. Karenanya, budaya tidak dapat diperbandingkan. Meskipun begitu, gagasan ini masih mengakui adanya pemisahan antara "berkebudayaan" dengan "tidak berkebudayaan" atau kebudayaan "primitif."
Pada akhir abad ke-19, para ahli antropologi telah memakai kata kebudayaan dengan definisi yang lebih luas. Bertolak dari teori evolusi, mereka mengasumsikan bahwa setiap manusia tumbuh dan berevolusi bersama, dan dari evolusi itulah tercipta kebudayaan.
Pada tahun 50-an, subkebudayaan - kelompok dengan perilaku yang sedikit berbeda dari kebudayaan induknya - mulai dijadikan subyek penelitian oleh para ahli sosiologi. Pada abad ini pula, terjadi popularisasi ide kebudayaan perusahaan - perbedaan dan bakat dalam konteks pekerja organisasi atau tempat bekerja.
[sunting] Kebudayaan sebagai mekanisme stabilisasi
Teori-teori yang ada saat ini menganggap bahwa (suatu) kebudayaan adalah sebuah produk dari stabilisasi yang melekat dalam tekanan evolusi menuju kebersamaan dan kesadaran bersama dalam suatu masyarakat, atau biasa disebut dengan tribalisme.
[sunting] Kebudayaan di antara masyarakat
Sebuah kebudayaan besar biasanya memiliki sub-kebudayaan (atau biasa disebut sub-kultur), yaitu sebuah kebudayaan yang memiliki sedikit perbedaan dalam hal perilaku dan kepercayaan dari kebudayaan induknya. Munculnya sub-kultur disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya karena perbedaan umur, ras, etnisitas, kelas, aesthetik, agama, pekerjaan, pandangan politik dan gender,
Ada beberapa cara yang dilakukan masyarakat ketika berhadapan dengan imigran dan kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan asli. Cara yang dipilih masyarakat tergantung pada seberapa besar perbedaan kebudayaan induk dengan kebudayaan minoritas, seberapa banyak imigran yang datang, watak dari penduduk asli, keefektifan dan keintensifan komunikasi antar budaya, dan tipe pemerintahan yang berkuasa.
* Monokulturalisme: Pemerintah mengusahakan terjadinya asimilasi kebudayaan sehingga masyarakat yang berbeda kebudayaan menjadi satu dan saling bekerja sama.
* Leitkultur (kebudayaan inti): Sebuah model yang dikembangkan oleh Bassam Tibi di Jerman. Dalam Leitkultur, kelompok minoritas dapat menjaga dan mengembangkan kebudayaannya sendiri, tanpa bertentangan dengan kebudayaan induk yang ada dalam masyarakat asli.
* Melting Pot: Kebudayaan imigran/asing berbaur dan bergabung dengan kebudayaan asli tanpa campur tangan pemerintah.
* Multikulturalisme: Sebuah kebijakan yang mengharuskan imigran dan kelompok minoritas untuk menjaga kebudayaan mereka masing-masing dan berinteraksi secara damai dengan kebudayaan induk.
Kebudayaan menurut wilayah
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kebudayaan menurut wilayah
Seiring dengan kemajuan teknologi dan informasi, hubungan dan saling keterkaitan kebudayaan-kebudayaan di dunia saat ini sangat tinggi. Selain kemajuan teknologi dan informasi, hal tersebut juga dipengaruhi oleh faktor ekonomi, migrasi, dan agama.
Afrika
Beberapa kebudayaan di benua Afrika terbentuk melalui penjajahan Eropa, seperti kebudayaan Sub-Sahara. Sementara itu, wilayah Afrika Utara lebih banyak terpengaruh oleh kebudayaan Arab dan Islam.
Orang Hopi yang sedang menenun dengan alat tradisional di Amerika Serikat.
Amerika
Kebudayaan di benua Amerika dipengaruhi oleh suku-suku Asli benua Amerika; orang-orang dari Afrika (terutama di Amerika Serikat), dan para imigran Eropa terutama Spanyol, Inggris, Perancis, Portugis, Jerman, dan Belanda.
Asia
Asia memiliki berbagai kebudayaan yang berbeda satu sama lain, meskipun begitu, beberapa dari kebudayaan tersebut memiliki pengaruh yang menonjol terhadap kebudayaan lain, seperti misalnya pengaruh kebudayaan Tiongkok kepada kebudayaan Jepang, Korea, dan Vietnam. Dalam bidang agama, agama Budha dan Taoisme banyak memengaruhi kebudayaan di Asia Timur. Selain kedua Agama tersebut, norma dan nilai Agama Islam juga turut memengaruhi kebudayaan terutama di wilayah Asia Selatan dan tenggara.
Australia
Kebanyakan budaya di Australia masa kini berakar dari kebudayaan Eropa dan Amerika. Kebudayaan Eropa dan Amerika tersebut kemudian dikembangkan dan disesuaikan dengan lingkungan benua Australia, serta diintegrasikan dengan kebudayaan penduduk asli benua Australia, Aborigin.
Eropa
Kebudayaan Eropa banyak terpengaruh oleh kebudayaan negara-negara yang pernah dijajahnya. Kebudayaan ini dikenal juga dengan sebutan "kebudayaan barat". Kebudayaan ini telah diserap oleh banyak kebudayaan, hal ini terbukti dengan banyaknya pengguna bahasa Inggris dan bahasa Eropa lainnya di seluruh dunia. Selain dipengaruhi oleh kebudayaan negara yang pernah dijajah, kebudayaan ini juga dipengaruhi oleh kebudayaan Yunani kuno, Romawi kuno, dan agama Kristen, meskipun kepercayaan akan agama banyak mengalami kemunduran beberapa tahun ini.
Timur Tengah dan Afrika Utara
Kebudayaan didaerah Timur Tengah dan Afrika Utara saat ini kebanyakan sangat dipengaruhi oleh nilai dan norma agama Islam, meskipun tidak hanya agama Islam yang berkembang di daerah ini.
Kebudayaan sangat dekat sekali dengan kehidupan kita, karena kebudayaan terkait dengan aktivitas atau kebiasaan kita sehari-hari. Misalnya, di Yunani kuno, aktifitas kebiasaan masyarakatnya adalah berpikir, maka tidak heran bahwa kebanyakan filsafat dan ilmu pengetahuan berasal dari Yunani. Budaya berkembang dari zaman ke zaman. Semua yang kita nikmati sekarang ini merupakan hasil kerja keras banyak orang. Beratus-ratus tahun yang lampau, seorang raja pun duduk di bangku kayu yang keras, tetapi sekarang kita pun dapat menikmati kursi yang empuk. Dari kursi kayu sampai kursi yang empuk sekarang melewati perjuangan yang keras, semua keberhasilan budaya kita nikmati dan gunakan sekarang ini. Ketika kita mengunjungi suatu masyarakat kita akan mengenali "jiwa" di balik kebudayaan tersebut. Mengapa kota-kota di Timur begitu banyak debu? Oleh karena masyarakat Timur mneghilangkan debu dengan menyapu. Seorang menyapu ke arah tetangga, mungkin nanti tetangga akan menyapu ke rumah orang tersebut atau ke tetangga lainnya. Mungkin ini disebabkan masyarakat Timur tidak terlalu peduli dengan orang lain, yang penting rumah sendiri yang bersih. Di Barat orang membersihkan debu menggunakan vacuum cleaner, yaitu menyedot lalu dibuang ke pembuangan, dengan latar belakang bahwa kotoran haru dibersihkan secara tuntas.
sumber : Dosa & Kebudayaan, Stephen Tong
http://lindaaihuayu.ngeblogs.info/2010/10/31/kepribadian-bangsa-timur/
http://www.infodiknas.com/daspen1/
http://pakguruonline.pendidikan.net/buku_tua_pakguru_dasar_kpdd_12.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
Selasa, 23 November 2010
We know all things or nothing?
Bagaimana sikap anda ketika belajar? Apakah anda mempunyai pikiran bahwa anda mengetahui segala sesuatu? Sehingga meremehkan hal yang sudah anda pelajari dengan waktu lama. Atau anda berpikir bahwa anda tidak tahu apa-apa meskipun anda sudah mempelajari hal tersebut dalam waktu yang lama?
Pola pikir berperan penting dalam proses belajar. Jika pada awalnya saja kita sudah berpikir kita sudah mengetahui segala hal, lalu buat apa kita belajar lagi? Para penemu dan ilmuwan besar saja merasa bahwa mereka masih tidak mengetahui apa-apa setelah belajar lebih keras daripada orang sejamannya. Contohnya Sir Issac Newton yang setelah menemukan penemuan-penemuan yang dapat dianggap terbesar dalam sejarah seperti gravitasi, kalkulus(meskipun tidak lengkap), dll mengatakan bahwa dia hanya sebutir berlian di antara pasir pantai yang luas dan tentunya masih banyak berlian yang lain.
Pola pikir bisa diubah. Berikut kutipan salah satu dosen STIE Putra Bangsa Kebumen.
UNTUK MENGUBAH POLA PIKIR TERDAPAT BEBERAPA TEKNIK, DIANTARANYA :
1. Metode NLP = Neuro Linguistic Programming;
2. Kontemplasi = Perenungan = Muhasabah = ESQ Technique;
3. Membangun Konsep Diri (Self Concept);
4. Pemetaan Pikiran = Mind Mapping;
5. Pengetahuan Hipnosis, dsb.
1. Neuro Linguistic Programming
Neuro = Syaraf Otak/Pikiran lewat panca indera (penglihatan, pendengaran, pencecap rasa, penciuman, perasa sentuhan).
Linguistic = Bahasa Pikiran.
Programming = Pemrograman (Ulang) Pikiran.
NLP adalah : Suatu Cara Untuk Menyaring berbagai pengalaman atau hal-hal yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari melalui Lima Indera.
BAHASA DAN PEMOGRAMAN PIKIRAN
Pikiran Sadar mempunyai empat fungsi utama :
1. Mengidentifikasi informasi yang masuk, melalui panca indra, penglihatan, pendengaran, penciuman, pencecap, sentuhan/perasaan;
2. Membandingkan, dengan data base (referensi, pengalaman, dan informasi dalam pikiran bawah sadar);
3. Menganalisis, merinci informasi menjadi komponen yang lebih kecil;
4. Memutuskan respon atau tindakan yang akan diambil terhadap informasi yang masuk.
Bahasa Pikiran Bawah Sadar : (Sandy Mac Gregor, 2005)
1. Pikiran bawah sadar tidak bisa membedakan imajinasi dan kenyataan.
2. Pikiran bawah sadar hanya mengenal kata “positif”, tidak mengenal kata “negatif” seperti : tidak, jangan, dsb. Contoh : “jangan jatuh” , ganti dengan “pertahankan tetap berdiri”.
3. Pikiran bawah sadar hanya mengenal kata sekarang atau saat ini (present tense), tidak mengenal kata besok atau lusa. Contoh : jangan katakan “besok saya akan berhenti merokok”, tapi “sekarang saya harus berhenti merokok”.
4. Pikiran bawah sadar hanya mengenal kata “saya”, tidak mengenal kata : kamu, kami, kita atau mereka.
5. Pengulangan, katakanlah berulang-ulang sampai bawah sadar mengerti pesan Anda (Ingat : pembiasaan).
PIKIRAN SADAR :
1. Menguasai 7 ± 2 bit informasi
2. Berpikir berurutan
3. Logis
4. Linier
5. Berpikir
6. Pengalaman sekunder
7. Sadar
8. Gerakan sadar
9. Masa kini
10. Mencoba mengerti masalah
11. Memilih/mengarahkan tujuan
12. Disengaja
13. Verbal
14. Analitis
15. Fokus terbatas
16. Kognitif
17. Memproses sesudah 0,5 detik
PIKIRAN BAWAH SADAR :
1. Menguasai 2,3 juta bit informasi
2. Simultan/bersamaan
3. Intuitif dan menghubungkan
4. Sibernetik/acak
5. Merasa
6. Pengalaman primer
7. Tidur, mimpi, dll
8. Gerakan tak sadar
9. Menyimpan informasi/Memori
10. Mengetahui solusi
11. Membuat tujuan tercapai
12. Otomatis
13. Non-Verbal
14. Sintetis
15. Tak terbatas, dan ekspansif
16. Eksperiensial
17. Memproses langsung, sebelum pikiran bawah sadar menyadari
Sandy MacGregor (2005,15) mengatakan bahwa “Accelerated Learning” (Belajar Efektif/Cepat) sesunguhnya juga berlangsung dalam konsep NLP, yaitu dengan menyederhanakan/memfo-kuskan “pancaindra” menjadi “tigaindra” yang dominan yaitu VAK : Visual= penglihatan , Auditori=pendengaran, dan Kinestetik=gerak,
Dengan demikian kita juga bisa memanfaatkan teknik NLP untuk meningkatan proses belajar dan hasil belajar
14 Asumsi Dasar N L P
Dalam Membentuk Pola Sudut Pandang seseorang:
1. Menghormati cara orang lain membentuk dunianya
2. Peta bukanlah wilayah
3. Selalu ada maksud baik dari tiap tingkah laku
4. Orang-orang melakukan hal yang terbaik sebatas sumber-sumber yang diketahui
5. Tidak ada orang yang kaku, hanya komunikator yang kurang fleksibel
6. Makna komunikasi adalah respon yang anda peroleh
7. Seseorang dengan fleksibilitas akan mampu mengontrol dirinya
8. Tak ada kegagalan, hanya umpan balik yang kurang tepat
9. Setiap pengalaman memiliki struktur sendiri
10. Manusia mempunyai dua tingkatann komunikasi : sadar dan bawah sadar
11. Semua orang punya sumber-sumber yang cukup guna merubah diri kearah lebih positip. Sumber-sumber tsb berasal dari pengalaman masa lalu individu.
12. Tubuh dan pikiran saling mempengaruhi
13. Jika sesuatu mungkin bagi seseorang maka hal itu juga mungkin bagi yang lain
14. Saya bertanggung jawab tentang pemikiran saya, Oleh karena itu saya bertanggung jawab akan hasil yang saya peroleh.
2. Kontemplasi
(Perenungan = Muhasabah = ESQ Technique)
Mengenali tujuan (konsep diri manusia)
Melakukan kontemplasi
Mengevaluasi diri
Mengenali sifat baik dan buruk diri
Bersihkan hati (qolbu)
Buang sifat negatif
Komitmen pada sifat positip
Terus menerus melakukan perbaikan
Prinsip Kerja Berbasis Suara Hati
Berdoa saat Memulai kerja
Bersyukur atas segala ni’mat
Berfikir Positif Terhadap Allah dan terhadap sesama
Bekerja dunia berbasis akhirat
Bekerja Optimal sebelum menuntut hak
Konsisten dalam komitmen
Belajar & Terus Belajar
Proses Penjernihan Suara Hati
• Siapkan diri dengan rileks (gelombang alpha).
• Berdoalah, mohon kepada Tuhan Yang Maha Esa.
• Lakukan Kontemplasi (Perenungan/Muhasabah) :
– Evaluasi diri sejak kecil hingga saat ini.
– Kenang orang-orang yang telah berjasa dalam hidup Anda
– Temukan kesalahan/kekurangan diri
– Berjanji untuk tidak mengulangi
– Mohon ampun pada Tuhan Yang Maha Esa.
• Perbaiki kesalahan kepada orang lain dengan minta maaf.
• Perbaiki dan tingkatkan kemampuan diri (dengan memperbaiki sikap perilaku dan meningkatkan kemampuan dan prestasi) .
• Lakukan pekerjaan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
• Proses penjernihan hati ini dapat dilakukan setiap saat/setiap hari.
Lakukan muhasabah/perenungan diri Anda di tempat yang mendukung, misalnya tempat yang sunyi/tenang dan gelap. Galilah rekaman bawah sadar Anda dan tuliskan di kolom berikut ini!
No Jenis rekaman bawah sadar Pola pikir Negatif Pola pikir Positif
1 Kecewa karena gagal putus asa terus berusaha
2 ....................................... ............................. ............................
3 ....................................... ............................. ............................
4 ....................................... ............................. ............................
5 ....................................... ............................. ............................
3. KONSEP DIRI
(SELF CONCEPT)
Semua persepsi kita terhadap aspek diri kita yang meliputi aspek fisik, aspek sosial, dan aspek psikologis, yang terbentuk karena pengalaman masa lalu kita dan interaksi kita dengan orang lain.
HAL-HALYANG MEMPENGARUHI KONSEP DIRI (bagimana kita memandang seluruh aspek diri)
1. CITA-CITA DIRI (keinginan untuk mencapai sesuatu)
2. CITRA DIRI (gambaran diri yang diyakini benar)
3. HARGA DIRI (seberapa besar menilai/menghargai diri)
BAGAIMANA ANDA AKAN
MEMBENTUK KONSEP DIRI
Sangat ditentukan oleh sikap diri Anda sendiri.
Sikap adalah kebiasaan berpikir dan oleh karenanya dapat dibentuk dan dipelajari.
Sikap yang baik harus terus menerus dipupuk dan dikembangkan dari waktu ke waktu dengan cara mengubah cara berpikir Anda yang lama, menjadi cara berpikir yang baru dalam memandang semua hal.
Konsep Diri PNS :
PANCA PRASETYA KORPRI
Kami anggota Korps Pegawai Republik Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, adalah insan yang :
1. Setia dan taat kepada Negara Kesatuan dan Pemerintah Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan
Undang-undang Dasar 1945;
2. Menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara serta memegang teguh rahasia jabatan dan rahasia negara;
3. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan golongan;
4. Berusaha memelihara persatuan dan kesatuan bangsa serta kesetiakawanan Korps Pegawai Republik Indonesia;
5. Berjuang menegakkan kejujuran dan keadilan, serta me ningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme.
Indikator Konsep Diri PNS
Bekerja sebagai ibadah
Budaya kerja efektif
Menghindari sikap tidak terpuji
Pelayan dan pengayom masyarakat
Sesuai aturan yang berlaku
Selalu meningkatkan kompetensi dengan belajar terus menerus
Tidak rentan terhadap perubahan
Terbuka dan realistis
Dalam bekerja mampu berpikir serba sistem
Bekerja profesional
Pergeseran Pola Pikir
1. Bekerja utk uang Bekerja utk ibadah
2. Berpikir linier Berpikir sistem
3. Berpikir bagian Berpikir menyeluruh
4. Berpikir objek Berpikir hubungan
5. Berpikir hierarkhi Berpikir jaringan
6. Berpikir struktur Berpikir proses
7. Pola pikir negatif Pola pikir positip
TIPS : PENGEMBANGAN POLA PIKIR
menentukan tujuan pengembangan diri secara jelas
mengenali potensi pola pikir diri, (pola pikir yang mendukung / pola pikir yang menghambat)
mengidentifikasi virus internal dan eksternal yang menghambat pengembangan diri.
berani mencoba / mengambil risiko.
mencari feedback secara terus-menerus.
belajar dari pengalaman.
melaksanakan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan.
Latihan Pergeseran Pola Pikir
No Contoh Kasus Klasifikasi berpikir
1 ...............................
...............................
...............................
...............................
...............................
............................... 1. Respons awal :
1. Langkah2 :
1. Solusi
2 .......................
...............................
...............................
...............................
...............................
...............................
...............................
...............................
...............................
...............................
...............................
4. Mind Map (PEMETAAN PIKIRAN)
Adalah metode untuk membuat catatan untuk berpikir. Peta pikiran juga digunakan untuk memecahkan masalah, untuk mengingat (menghapal) dan melakukan sesuatu pada saat kita sedang berpikir atau sewaktu pikiran memasuki otak kita.
LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT MIND MAP :
1. Tulislah masalah yang akan Anda pecahkan dalam bentuk lingkaran atau pohon, di bagian tengah kertas.
2. Buatlah cabang-cabang atau kegiatan yang harus dilakukan untuk memecahkan masalah tersebut.
3. Buatlah ranting-ranting yang mempengaruhi atau berhubungan dengan cabang-cabang tersebut.
MANFAAT MIND MAP :
1. Topik atau cabang masalah ungkapkan dalam bentuk gambar dan diberi warna menarik, demikian pula untuk sub topik atau rantingnya.
2. Mengapa gambar ? Karena nilai “sebuah gambar adalah lebih dari seribu kata-kata”.
3. Gambar adalah produk sisi otak kanan yang kreatif, rincian detailnya dibuat oleh sisi otak kiri yang logis analitis. Efektifitas mengingat gambar adalah 80 % (Sandy McGregor, 2005).
4. Manfatkan peta pikiran dengan cara menempelnya di dinding, bila banyak di tempel di buku. Lihat-lihatlah secara berkala.
5. Hipnosis
1. Hipnosis adalah adalah seni komunikasi untuk mempengaruhi seseorang sehingga mengubah tingkat kesadarannya, dicapai dengan cara menurunkan gelombang otak.
2. Hipnosis adalah eksplorasi alam bawah sadar.
3. Hipnosis adalah kondisi bawah sadar yang meningkat.
Jenis Hipnosis :
1. Stage Hypnosis (hipnosis panggung);
2. Clinical Hypnosis atau Hypnotherapy;
3. Anodyne Awareness (untuk mengurangi rasa sakit dan kecemasan);
4. Forensic Hypnosis (untuk investigasi);
5. Metaphysical Hypnosis (membangun kondisi rileks sangat dalam atau somnambolisme), bila diukur dengan EEG menunjukkan frekuensi gelombang otak sangat rendah.
Mitos dan pandangan yang salah :
1. Hipnosis adalah penguasaan pikiran (karena hakekat hipnosis adalah self-hypnosis).
2. Hipnosis merupakan praktik supranatural.
3. Hipnosis sama dengan tidur.
4. Hipnosis dapat digunakan untuk mengubah kepribadian.
5. Hipnosis mengakibatkan lupa ingatan, gendam dsb.
http://www.rosyid.info/2010/03/teknik-mengubah-pola-pikir.html
Pola pikir berperan penting dalam proses belajar. Jika pada awalnya saja kita sudah berpikir kita sudah mengetahui segala hal, lalu buat apa kita belajar lagi? Para penemu dan ilmuwan besar saja merasa bahwa mereka masih tidak mengetahui apa-apa setelah belajar lebih keras daripada orang sejamannya. Contohnya Sir Issac Newton yang setelah menemukan penemuan-penemuan yang dapat dianggap terbesar dalam sejarah seperti gravitasi, kalkulus(meskipun tidak lengkap), dll mengatakan bahwa dia hanya sebutir berlian di antara pasir pantai yang luas dan tentunya masih banyak berlian yang lain.
Pola pikir bisa diubah. Berikut kutipan salah satu dosen STIE Putra Bangsa Kebumen.
UNTUK MENGUBAH POLA PIKIR TERDAPAT BEBERAPA TEKNIK, DIANTARANYA :
1. Metode NLP = Neuro Linguistic Programming;
2. Kontemplasi = Perenungan = Muhasabah = ESQ Technique;
3. Membangun Konsep Diri (Self Concept);
4. Pemetaan Pikiran = Mind Mapping;
5. Pengetahuan Hipnosis, dsb.
1. Neuro Linguistic Programming
Neuro = Syaraf Otak/Pikiran lewat panca indera (penglihatan, pendengaran, pencecap rasa, penciuman, perasa sentuhan).
Linguistic = Bahasa Pikiran.
Programming = Pemrograman (Ulang) Pikiran.
NLP adalah : Suatu Cara Untuk Menyaring berbagai pengalaman atau hal-hal yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari melalui Lima Indera.
BAHASA DAN PEMOGRAMAN PIKIRAN
Pikiran Sadar mempunyai empat fungsi utama :
1. Mengidentifikasi informasi yang masuk, melalui panca indra, penglihatan, pendengaran, penciuman, pencecap, sentuhan/perasaan;
2. Membandingkan, dengan data base (referensi, pengalaman, dan informasi dalam pikiran bawah sadar);
3. Menganalisis, merinci informasi menjadi komponen yang lebih kecil;
4. Memutuskan respon atau tindakan yang akan diambil terhadap informasi yang masuk.
Bahasa Pikiran Bawah Sadar : (Sandy Mac Gregor, 2005)
1. Pikiran bawah sadar tidak bisa membedakan imajinasi dan kenyataan.
2. Pikiran bawah sadar hanya mengenal kata “positif”, tidak mengenal kata “negatif” seperti : tidak, jangan, dsb. Contoh : “jangan jatuh” , ganti dengan “pertahankan tetap berdiri”.
3. Pikiran bawah sadar hanya mengenal kata sekarang atau saat ini (present tense), tidak mengenal kata besok atau lusa. Contoh : jangan katakan “besok saya akan berhenti merokok”, tapi “sekarang saya harus berhenti merokok”.
4. Pikiran bawah sadar hanya mengenal kata “saya”, tidak mengenal kata : kamu, kami, kita atau mereka.
5. Pengulangan, katakanlah berulang-ulang sampai bawah sadar mengerti pesan Anda (Ingat : pembiasaan).
PIKIRAN SADAR :
1. Menguasai 7 ± 2 bit informasi
2. Berpikir berurutan
3. Logis
4. Linier
5. Berpikir
6. Pengalaman sekunder
7. Sadar
8. Gerakan sadar
9. Masa kini
10. Mencoba mengerti masalah
11. Memilih/mengarahkan tujuan
12. Disengaja
13. Verbal
14. Analitis
15. Fokus terbatas
16. Kognitif
17. Memproses sesudah 0,5 detik
PIKIRAN BAWAH SADAR :
1. Menguasai 2,3 juta bit informasi
2. Simultan/bersamaan
3. Intuitif dan menghubungkan
4. Sibernetik/acak
5. Merasa
6. Pengalaman primer
7. Tidur, mimpi, dll
8. Gerakan tak sadar
9. Menyimpan informasi/Memori
10. Mengetahui solusi
11. Membuat tujuan tercapai
12. Otomatis
13. Non-Verbal
14. Sintetis
15. Tak terbatas, dan ekspansif
16. Eksperiensial
17. Memproses langsung, sebelum pikiran bawah sadar menyadari
Sandy MacGregor (2005,15) mengatakan bahwa “Accelerated Learning” (Belajar Efektif/Cepat) sesunguhnya juga berlangsung dalam konsep NLP, yaitu dengan menyederhanakan/memfo-kuskan “pancaindra” menjadi “tigaindra” yang dominan yaitu VAK : Visual= penglihatan , Auditori=pendengaran, dan Kinestetik=gerak,
Dengan demikian kita juga bisa memanfaatkan teknik NLP untuk meningkatan proses belajar dan hasil belajar
14 Asumsi Dasar N L P
Dalam Membentuk Pola Sudut Pandang seseorang:
1. Menghormati cara orang lain membentuk dunianya
2. Peta bukanlah wilayah
3. Selalu ada maksud baik dari tiap tingkah laku
4. Orang-orang melakukan hal yang terbaik sebatas sumber-sumber yang diketahui
5. Tidak ada orang yang kaku, hanya komunikator yang kurang fleksibel
6. Makna komunikasi adalah respon yang anda peroleh
7. Seseorang dengan fleksibilitas akan mampu mengontrol dirinya
8. Tak ada kegagalan, hanya umpan balik yang kurang tepat
9. Setiap pengalaman memiliki struktur sendiri
10. Manusia mempunyai dua tingkatann komunikasi : sadar dan bawah sadar
11. Semua orang punya sumber-sumber yang cukup guna merubah diri kearah lebih positip. Sumber-sumber tsb berasal dari pengalaman masa lalu individu.
12. Tubuh dan pikiran saling mempengaruhi
13. Jika sesuatu mungkin bagi seseorang maka hal itu juga mungkin bagi yang lain
14. Saya bertanggung jawab tentang pemikiran saya, Oleh karena itu saya bertanggung jawab akan hasil yang saya peroleh.
2. Kontemplasi
(Perenungan = Muhasabah = ESQ Technique)
Mengenali tujuan (konsep diri manusia)
Melakukan kontemplasi
Mengevaluasi diri
Mengenali sifat baik dan buruk diri
Bersihkan hati (qolbu)
Buang sifat negatif
Komitmen pada sifat positip
Terus menerus melakukan perbaikan
Prinsip Kerja Berbasis Suara Hati
Berdoa saat Memulai kerja
Bersyukur atas segala ni’mat
Berfikir Positif Terhadap Allah dan terhadap sesama
Bekerja dunia berbasis akhirat
Bekerja Optimal sebelum menuntut hak
Konsisten dalam komitmen
Belajar & Terus Belajar
Proses Penjernihan Suara Hati
• Siapkan diri dengan rileks (gelombang alpha).
• Berdoalah, mohon kepada Tuhan Yang Maha Esa.
• Lakukan Kontemplasi (Perenungan/Muhasabah) :
– Evaluasi diri sejak kecil hingga saat ini.
– Kenang orang-orang yang telah berjasa dalam hidup Anda
– Temukan kesalahan/kekurangan diri
– Berjanji untuk tidak mengulangi
– Mohon ampun pada Tuhan Yang Maha Esa.
• Perbaiki kesalahan kepada orang lain dengan minta maaf.
• Perbaiki dan tingkatkan kemampuan diri (dengan memperbaiki sikap perilaku dan meningkatkan kemampuan dan prestasi) .
• Lakukan pekerjaan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
• Proses penjernihan hati ini dapat dilakukan setiap saat/setiap hari.
Lakukan muhasabah/perenungan diri Anda di tempat yang mendukung, misalnya tempat yang sunyi/tenang dan gelap. Galilah rekaman bawah sadar Anda dan tuliskan di kolom berikut ini!
No Jenis rekaman bawah sadar Pola pikir Negatif Pola pikir Positif
1 Kecewa karena gagal putus asa terus berusaha
2 ....................................... ............................. ............................
3 ....................................... ............................. ............................
4 ....................................... ............................. ............................
5 ....................................... ............................. ............................
3. KONSEP DIRI
(SELF CONCEPT)
Semua persepsi kita terhadap aspek diri kita yang meliputi aspek fisik, aspek sosial, dan aspek psikologis, yang terbentuk karena pengalaman masa lalu kita dan interaksi kita dengan orang lain.
HAL-HALYANG MEMPENGARUHI KONSEP DIRI (bagimana kita memandang seluruh aspek diri)
1. CITA-CITA DIRI (keinginan untuk mencapai sesuatu)
2. CITRA DIRI (gambaran diri yang diyakini benar)
3. HARGA DIRI (seberapa besar menilai/menghargai diri)
BAGAIMANA ANDA AKAN
MEMBENTUK KONSEP DIRI
Sangat ditentukan oleh sikap diri Anda sendiri.
Sikap adalah kebiasaan berpikir dan oleh karenanya dapat dibentuk dan dipelajari.
Sikap yang baik harus terus menerus dipupuk dan dikembangkan dari waktu ke waktu dengan cara mengubah cara berpikir Anda yang lama, menjadi cara berpikir yang baru dalam memandang semua hal.
Konsep Diri PNS :
PANCA PRASETYA KORPRI
Kami anggota Korps Pegawai Republik Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, adalah insan yang :
1. Setia dan taat kepada Negara Kesatuan dan Pemerintah Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan
Undang-undang Dasar 1945;
2. Menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara serta memegang teguh rahasia jabatan dan rahasia negara;
3. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan golongan;
4. Berusaha memelihara persatuan dan kesatuan bangsa serta kesetiakawanan Korps Pegawai Republik Indonesia;
5. Berjuang menegakkan kejujuran dan keadilan, serta me ningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme.
Indikator Konsep Diri PNS
Bekerja sebagai ibadah
Budaya kerja efektif
Menghindari sikap tidak terpuji
Pelayan dan pengayom masyarakat
Sesuai aturan yang berlaku
Selalu meningkatkan kompetensi dengan belajar terus menerus
Tidak rentan terhadap perubahan
Terbuka dan realistis
Dalam bekerja mampu berpikir serba sistem
Bekerja profesional
Pergeseran Pola Pikir
1. Bekerja utk uang Bekerja utk ibadah
2. Berpikir linier Berpikir sistem
3. Berpikir bagian Berpikir menyeluruh
4. Berpikir objek Berpikir hubungan
5. Berpikir hierarkhi Berpikir jaringan
6. Berpikir struktur Berpikir proses
7. Pola pikir negatif Pola pikir positip
TIPS : PENGEMBANGAN POLA PIKIR
menentukan tujuan pengembangan diri secara jelas
mengenali potensi pola pikir diri, (pola pikir yang mendukung / pola pikir yang menghambat)
mengidentifikasi virus internal dan eksternal yang menghambat pengembangan diri.
berani mencoba / mengambil risiko.
mencari feedback secara terus-menerus.
belajar dari pengalaman.
melaksanakan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan.
Latihan Pergeseran Pola Pikir
No Contoh Kasus Klasifikasi berpikir
1 ...............................
...............................
...............................
...............................
...............................
............................... 1. Respons awal :
1. Langkah2 :
1. Solusi
2 .......................
...............................
...............................
...............................
...............................
...............................
...............................
...............................
...............................
...............................
...............................
4. Mind Map (PEMETAAN PIKIRAN)
Adalah metode untuk membuat catatan untuk berpikir. Peta pikiran juga digunakan untuk memecahkan masalah, untuk mengingat (menghapal) dan melakukan sesuatu pada saat kita sedang berpikir atau sewaktu pikiran memasuki otak kita.
LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT MIND MAP :
1. Tulislah masalah yang akan Anda pecahkan dalam bentuk lingkaran atau pohon, di bagian tengah kertas.
2. Buatlah cabang-cabang atau kegiatan yang harus dilakukan untuk memecahkan masalah tersebut.
3. Buatlah ranting-ranting yang mempengaruhi atau berhubungan dengan cabang-cabang tersebut.
MANFAAT MIND MAP :
1. Topik atau cabang masalah ungkapkan dalam bentuk gambar dan diberi warna menarik, demikian pula untuk sub topik atau rantingnya.
2. Mengapa gambar ? Karena nilai “sebuah gambar adalah lebih dari seribu kata-kata”.
3. Gambar adalah produk sisi otak kanan yang kreatif, rincian detailnya dibuat oleh sisi otak kiri yang logis analitis. Efektifitas mengingat gambar adalah 80 % (Sandy McGregor, 2005).
4. Manfatkan peta pikiran dengan cara menempelnya di dinding, bila banyak di tempel di buku. Lihat-lihatlah secara berkala.
5. Hipnosis
1. Hipnosis adalah adalah seni komunikasi untuk mempengaruhi seseorang sehingga mengubah tingkat kesadarannya, dicapai dengan cara menurunkan gelombang otak.
2. Hipnosis adalah eksplorasi alam bawah sadar.
3. Hipnosis adalah kondisi bawah sadar yang meningkat.
Jenis Hipnosis :
1. Stage Hypnosis (hipnosis panggung);
2. Clinical Hypnosis atau Hypnotherapy;
3. Anodyne Awareness (untuk mengurangi rasa sakit dan kecemasan);
4. Forensic Hypnosis (untuk investigasi);
5. Metaphysical Hypnosis (membangun kondisi rileks sangat dalam atau somnambolisme), bila diukur dengan EEG menunjukkan frekuensi gelombang otak sangat rendah.
Mitos dan pandangan yang salah :
1. Hipnosis adalah penguasaan pikiran (karena hakekat hipnosis adalah self-hypnosis).
2. Hipnosis merupakan praktik supranatural.
3. Hipnosis sama dengan tidur.
4. Hipnosis dapat digunakan untuk mengubah kepribadian.
5. Hipnosis mengakibatkan lupa ingatan, gendam dsb.
http://www.rosyid.info/2010/03/teknik-mengubah-pola-pikir.html
Kamis, 28 Oktober 2010
Homo Homini Social dan Homo Homini lupus
Apa yang ada di dalam benak anda ketika mendengar kedua kata di atas? Apakah aneh, bingung? Kedua kata di atas mungkin jarang anda dengar. Ini merupakan salah satu dari ilmu social dasar. Secara alamiah kita sering mengalami dan melakukan kedua kata di atas. Homo homini social secara singkat dapat dikatakan sesama manusia saling terikat satu dengan yang lain. Homo homini lupus manusia dapat menjadi seperti serigala bagi sesamanya. Menurut Wikipedia : Homo homini lupus is a Latin phrase meaning "man is a wolf to [his fellow] man." First attested in Plautus' Asinaria (495, "lupus est homo homini"), the sentence was drawn on by Thomas Hobbes in the dedication of his work De cive (1651): "To speak impartially, both sayings are very true; That Man to Man is a kind of God; and that Man to Man is an arrant Wolfe. The first is true, if we compare Citizens amongst themselves; and the second, if we compare Cities." Hobbes's observation in turn echoes a line from Plautus claiming that men are inherently selfish.
The phrase is sometimes translated as "man is man's wolf", which can be interpreted to mean that men prey upon other men. It is widely referenced when discussing the horrors of which humans are capable.
As an opposition, Seneca wrote that "man is something sacred for man".
Menurut Prof. Dr. Nicolaus Driyarkara "manusia adalah kawan bagi sesama" yang merupakan ajaran pokoknya. Manusia adalah rekan atau teman bagi sesamanya di dunia sosialitas ini (homo homini socius). Pikiran homo homini socius ini ditaruh untuk mengkritik, mengoreksi, dan memperbaiki sosialitas “preman”; sosialitas yang saling mengerkah, memangsa, dan saling membenci dalam homo homini lupus (sesama adalah serigala bagi manusia).
Dalam banyak persaingan banyak sekali kita lihat homo homini lupus. Berikut ini kutipan dari kompasiana.
Menuju Juara
Ada orang yang untuk mencapai jabatan tertentu meniru perilaku katak, dia loncat dengan menjejak apa saja yang bisa dia jejak. Ia tidak pernah memperhatikan, apakah jejakannya membuat luka atau membuat bekas jejakannya menjadi hancur!
Memang benar, dalam situasi yang serba terpaksa kita bisa makan daging kaum kita, namun tentu tidak mungkin itu dilakukan pada saat normal. Namun, coba kita cermati bagaimana orang mampu menapak kariernya. Ada yang bahkan tega melakukan berbagai cara. Mereka memfitnah, mereka membunuh, mereka melempar tanggungjawab, mereka mempersalahkan pihak lain tanpa rasa bersalah dan berdosa.
Seleksi, kompetisi, dan disiplin sebenarnya aspek-aspek yang harus dipatuhi sehingga perlombaan menuju finish menjadi fair, namun setiap individu memiliki pemahaman dan penerimaan yang berbeda dari komponen maje ke depan ini dengan berbagai variasi dan kontinum.
Hampir di segala bidang, tangga-tangga disediakan untuk semua dengan parameter dan aturan main yang sama, namun sayangnya parameter dan aturan main ini akan sampai kepada parapihak dalam berbagai rentang waktu yang berbeda dan pemahaman serta penerimaan yang berbeda pula! Individu yang menerima lebih dulu tentu memiliki persiapan lebih matang. Pemerolehan informasi akan mempersiapkan para pihak mempelajari dan mempersiapkan berbagai strategi dalam memasuki arena kompetisi.
Pada tataran seleksi
Penjaringan; tahap ini dilakukan untuk memilih calon peserta kompetisi yang sebanyak-banyaknya, sehingga para juri dapat memperoleh gambaran lebih luas tentang candidat juara. Ada candidat yang siap berlomba, ada yang masih berada pada potensi untuk mampu berlomba, dan ada yang seharusnya menyingkir untuk member jalan para pihak untuk sukses.
Penyaringan; tahap ini memilih candidat yang dapat memasuki perlombaan yang sebenarnya, mereka para kandidat telah dikondisikan melalui karantina, sehingga mereka para competitor memiliki pemahaman dan penerimaan yang sama tentang seluruh rule of the game perlombaan, sehingga setiap candidat memiliki peluang yang sama untuk mencapai tangga puncak!
Kompetisi
Pada tahap ini setiap competitor/candidat menuju puncak menunjukkan berbagai kemampuan/kompetensinya secara fair dengan rule of the game yang sama. Kompetisi ini merupakan arena pertunjukan kompetensi dan pengasahan diri. Kompetitor menunjukkan kapasitasnya dari aspek dasar, pengembangan aspek, sampai menunjukkan keahlian selama proses kompetisi sampai pada saatnya munculah sang juara sejati.
Disiplin
Berbagai tahapan-tahapan kecil dari seleksi dan kompetisi diharapkan diperolehnya juara sejati, tentu jika seleksi dan kompetisi berlangsung sesuai scenario piñata tanding. Bila seluruh pihak, baik competitor dan penitia penyelenggara disiplin dalam kepatuhan menyelenggarakan seluruh regulasi rule of the game secara disiplin, tentu juara akan muncul juara sejati.
Homohominilupus
Namun!
Lihat pertandingan sepakbola! Bandingkan liga itali, inggris, ….. Indonesia. Kompetisi sering berjalan tak sesuai rule, namun para competitor ada yang merespon secara bijak dan ada yang merespon dengan reaksi yang berlebih! Seorang pemain besar Ronaldo berjalan keluar lapangan manakala memperoleh kartu merah, apa yang terjadi dengan pemain Indonesia….?
Para pegawai baru mengikuti pelatihan, berkarya,…. Menunjukkan kompetensinya. Stakeholder berharap, para pegawai akan menapaki karier secara alamiah dan pada saatnya akan muncul siapa-siapa yang belajar banyak dari kompetisi, menambah ornamen diri, melengkapi asesori, bahkan mengupgrade diri sepanjang waktu dan keluar pemenang yang benar-benar juara!
Pada tahap-tahap tertentu, ternyata kekecewaan banyak pihak muncul manakala mengetahui sang juara bukanlah juara kompetisi. Sang juara, bahkan ada yang tidak melalui kompetisi, atau sang juara melalui jalan tol/pintas hingga sampai lintasan terdepan. Dan hebatnya, banyak competitor yang berguguran terlempar dari track meskipun mereka berlomba dalam rule of the game. Hebatnya lagi mereka yang dikeluarkan dari arena perlombaan adalah mereka yang sebenarnya memiliki kans paling tinggi merebut tahta juara sejati!
Mengapa?
Banyak perlombaan disusupi oleh mereka yang bermental homohominilupus. Mereka tega menjebak, mencelakai, memfitnah, membunuh rekan competitor candidat juara, karena ia yang berpeluang juara. Jadi dengan menyingkirkan calon, juara akan mengurangi iklim kompetisi dan melengganggalah mereka ke tangga juara palsu!
http://en.wikipedia.org/wiki/Homo_homini_lupus
http://id.wikipedia.org/wiki/Nicolaus_Driyarkara
http://sosbud.kompasiana.com/2010/03/24/homohominilupus/
The phrase is sometimes translated as "man is man's wolf", which can be interpreted to mean that men prey upon other men. It is widely referenced when discussing the horrors of which humans are capable.
As an opposition, Seneca wrote that "man is something sacred for man".
Menurut Prof. Dr. Nicolaus Driyarkara "manusia adalah kawan bagi sesama" yang merupakan ajaran pokoknya. Manusia adalah rekan atau teman bagi sesamanya di dunia sosialitas ini (homo homini socius). Pikiran homo homini socius ini ditaruh untuk mengkritik, mengoreksi, dan memperbaiki sosialitas “preman”; sosialitas yang saling mengerkah, memangsa, dan saling membenci dalam homo homini lupus (sesama adalah serigala bagi manusia).
Dalam banyak persaingan banyak sekali kita lihat homo homini lupus. Berikut ini kutipan dari kompasiana.
Menuju Juara
Ada orang yang untuk mencapai jabatan tertentu meniru perilaku katak, dia loncat dengan menjejak apa saja yang bisa dia jejak. Ia tidak pernah memperhatikan, apakah jejakannya membuat luka atau membuat bekas jejakannya menjadi hancur!
Memang benar, dalam situasi yang serba terpaksa kita bisa makan daging kaum kita, namun tentu tidak mungkin itu dilakukan pada saat normal. Namun, coba kita cermati bagaimana orang mampu menapak kariernya. Ada yang bahkan tega melakukan berbagai cara. Mereka memfitnah, mereka membunuh, mereka melempar tanggungjawab, mereka mempersalahkan pihak lain tanpa rasa bersalah dan berdosa.
Seleksi, kompetisi, dan disiplin sebenarnya aspek-aspek yang harus dipatuhi sehingga perlombaan menuju finish menjadi fair, namun setiap individu memiliki pemahaman dan penerimaan yang berbeda dari komponen maje ke depan ini dengan berbagai variasi dan kontinum.
Hampir di segala bidang, tangga-tangga disediakan untuk semua dengan parameter dan aturan main yang sama, namun sayangnya parameter dan aturan main ini akan sampai kepada parapihak dalam berbagai rentang waktu yang berbeda dan pemahaman serta penerimaan yang berbeda pula! Individu yang menerima lebih dulu tentu memiliki persiapan lebih matang. Pemerolehan informasi akan mempersiapkan para pihak mempelajari dan mempersiapkan berbagai strategi dalam memasuki arena kompetisi.
Pada tataran seleksi
Penjaringan; tahap ini dilakukan untuk memilih calon peserta kompetisi yang sebanyak-banyaknya, sehingga para juri dapat memperoleh gambaran lebih luas tentang candidat juara. Ada candidat yang siap berlomba, ada yang masih berada pada potensi untuk mampu berlomba, dan ada yang seharusnya menyingkir untuk member jalan para pihak untuk sukses.
Penyaringan; tahap ini memilih candidat yang dapat memasuki perlombaan yang sebenarnya, mereka para kandidat telah dikondisikan melalui karantina, sehingga mereka para competitor memiliki pemahaman dan penerimaan yang sama tentang seluruh rule of the game perlombaan, sehingga setiap candidat memiliki peluang yang sama untuk mencapai tangga puncak!
Kompetisi
Pada tahap ini setiap competitor/candidat menuju puncak menunjukkan berbagai kemampuan/kompetensinya secara fair dengan rule of the game yang sama. Kompetisi ini merupakan arena pertunjukan kompetensi dan pengasahan diri. Kompetitor menunjukkan kapasitasnya dari aspek dasar, pengembangan aspek, sampai menunjukkan keahlian selama proses kompetisi sampai pada saatnya munculah sang juara sejati.
Disiplin
Berbagai tahapan-tahapan kecil dari seleksi dan kompetisi diharapkan diperolehnya juara sejati, tentu jika seleksi dan kompetisi berlangsung sesuai scenario piñata tanding. Bila seluruh pihak, baik competitor dan penitia penyelenggara disiplin dalam kepatuhan menyelenggarakan seluruh regulasi rule of the game secara disiplin, tentu juara akan muncul juara sejati.
Homohominilupus
Namun!
Lihat pertandingan sepakbola! Bandingkan liga itali, inggris, ….. Indonesia. Kompetisi sering berjalan tak sesuai rule, namun para competitor ada yang merespon secara bijak dan ada yang merespon dengan reaksi yang berlebih! Seorang pemain besar Ronaldo berjalan keluar lapangan manakala memperoleh kartu merah, apa yang terjadi dengan pemain Indonesia….?
Para pegawai baru mengikuti pelatihan, berkarya,…. Menunjukkan kompetensinya. Stakeholder berharap, para pegawai akan menapaki karier secara alamiah dan pada saatnya akan muncul siapa-siapa yang belajar banyak dari kompetisi, menambah ornamen diri, melengkapi asesori, bahkan mengupgrade diri sepanjang waktu dan keluar pemenang yang benar-benar juara!
Pada tahap-tahap tertentu, ternyata kekecewaan banyak pihak muncul manakala mengetahui sang juara bukanlah juara kompetisi. Sang juara, bahkan ada yang tidak melalui kompetisi, atau sang juara melalui jalan tol/pintas hingga sampai lintasan terdepan. Dan hebatnya, banyak competitor yang berguguran terlempar dari track meskipun mereka berlomba dalam rule of the game. Hebatnya lagi mereka yang dikeluarkan dari arena perlombaan adalah mereka yang sebenarnya memiliki kans paling tinggi merebut tahta juara sejati!
Mengapa?
Banyak perlombaan disusupi oleh mereka yang bermental homohominilupus. Mereka tega menjebak, mencelakai, memfitnah, membunuh rekan competitor candidat juara, karena ia yang berpeluang juara. Jadi dengan menyingkirkan calon, juara akan mengurangi iklim kompetisi dan melengganggalah mereka ke tangga juara palsu!
http://en.wikipedia.org/wiki/Homo_homini_lupus
http://id.wikipedia.org/wiki/Nicolaus_Driyarkara
http://sosbud.kompasiana.com/2010/03/24/homohominilupus/
Selasa, 19 Oktober 2010
Ilmu, Pengetahuan dan Dasar
Apakah ilmu dan pengetahuan sama? Tidak. Ilmu berbeda dengan pengetahuan. lalu apa bedanya dua hal tersebut yang sering kita dengar ketika kita sekolah? Seseorang bisa saja mengetahui sesuatu,tapi belum tentu dia mempunyai keahlian tentang pengetahuan tersebut. Contoh, saya mengetahui cara memasak nasi, tapi belum tentu saya dapat memasak nasi. Pengetahuan berasal dari luar diri kita, tetapi ilmu yang kita pelajari berasal dari dalam diri kita yang kita latih. Menurut Wikipedia Pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Pengetahuan termasuk, tetapi tidak dibatasi pada deskripsi, hipotesis, konsep, teori, prinsip dan prosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau berguna. Dalam pengertian lain, pengetahuan adalah pelbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan akal.Pengetahuan muncul ketika seseorang menggunakan akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya. Misalnya ketika seseorang mencicipi masakan yang baru dikenalnya, ia akan mendapatkan pengetahuan tentang bentuk, rasa, dan aroma masakan tersebut.
Pengetahuan yang lebih menekankan pengamatan dan pengalaman inderawi dikenal sebagai pengetahuan empiris atau pengetahuan aposteriori. Pengetahuan ini bisa didapatkan dengan melakukan pengamatan dan observasi yang dilakukan secara empiris dan rasional. Pengetahuan empiris tersebut juga dapat berkembang menjadi pengetahuan deskriptif bila seseorang dapat melukiskan dan menggambarkan segala ciri, sifat, dan gejala yang ada pada objek empiris tersebut. Pengetahuan empiris juga bisa didapatkan melalui pengalaman pribadi manusia yang terjadi berulangkali. Misalnya, seseorang yang sering dipilih untuk memimpin organisasi dengan sendirinya akan mendapatkan pengetahuan tentang manajemen organisasi.
Selain pengetahuan empiris, ada pula pengetahuan yang didapatkan melalui akal budi yang kemudian dikenal sebagai rasionalisme. Rasionalisme lebih menekankan pengetahuan yang bersifat apriori; tidak menekankan pada pengalaman. Misalnya pengetahuan tentang matematika. Dalam matematika, hasil 1 + 1 = 2 bukan didapatkan melalui pengalaman atau pengamatan empiris, melainkan melalui sebuah pemikiran logis akal budi.
Pengetahuan tentang keadaan sehat dan sakit adalah pengalaman seseorang tentang keadaan sehat dan sakitnya seseorang yang menyebabkan seseorang tersebut bertindak untuk mengatasi masalah sakitnya dan bertindak untuk mempertahankan kesehatannya atau bahkan meningkatkan status kesehatannya. Rasa sakit akan menyebabkan seseorang bertindak pasif dan atau aktif dengan tahapan-tahapannya.
Pengetahuan seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya:
Pendidikan
Pendidikan” adalah sebuah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok dan juga usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, maka jelas dapat kita kerucutkan sebuah visi pendidikan yaitu mencerdaskan manusia.
Media
Media yang secara khusus didesain untuk mencapai masyarakat yang sangat luas. Jadi contoh dari media massa ini adalah televisi, radio, koran, dan majalah.
Keterpaparan informsi
pengertian informasi menurut Oxfoord English Dictionary, adalah “that of which one is apprised or told: intelligence, news”. Kamus lain menyatakan bahwa informasi adalah sesuatu yang dapat diketahui. Namun ada pula yang menekankan informasi sebagai transfer pengetahuan. Selain itu istilah informasi juga memiliki arti yang lain sebagaimana diartikan oleh RUU teknologi informasi yang mengartikannya sebagai suatu teknik untuk mengumpulkan, menyiapkan, menyimpan, memanipulasi, mengumumkan, menganalisa, dan menyebarkan informasi dengan tujuan tertentu. Sedangkan informasi sendiri mencakup data, teks, image, suara, kode, program komputer, databases . Adanya perbedaan definisi informasi dikarenakan pada hakekatnya informasi tidak dapat diuraikan (intangible), sedangkan informasi itu dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, yang diperoleh dari data dan observasi terhadap dunia sekitar kita serta diteruskan melalui komunikasi.
Menurut Wikipedia Ilmu (atau ilmu pengetahuan) adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
Ilmu bukan sekedar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi.
Contoh: Ilmu Alam hanya bisa menjadi pasti setelah lapangannya dibatasi ke dalam hal yang bahani (materiil saja) atau ilmu psikologi hanya bisa meramalkan perilaku manusia jika membatasi lingkup pandangannya ke dalam segi umum dari perilaku manusia yang kongkrit. Berkenaan dengan contoh ini, ilmu-ilmu alam menjawab pertanyaan tentang berapa jauhnya matahari dari bumi, atau ilmu psikologi menjawab apakah seorang pemudi sesuai untuk menjadi perawat.
Kata ilmu dalam bahasa Arab "ilm" yang berarti memahami, mengerti, atau mengetahui. Dalam kaitan penyerapan katanya, ilmu pengetahuan dapat berarti memahami suatu pengetahuan, dan ilmu sosial dapat berarti mengetahui masalah-masalah sosial, dan lain sebagainya.
Berbeda dengan pengetahuan, ilmu merupakan pengetahuan khusus dimana seseorang mengetahui apa penyebab sesuatu dan mengapa. Ada persyaratan ilmiah sesuatu dapat disebut sebagai ilmu. Sifat ilmiah sebagai persyaratan ilmu banyak terpengaruh paradigma ilmu-ilmu alam yang telah ada lebih dahulu.
1.Objektif. Ilmu harus memiliki objek kajian yang terdiri dari satu golongan masalah yang sama sifat hakikatnya, tampak dari luar maupun bentuknya dari dalam. Objeknya dapat bersifat ada, atau mungkin ada karena masih harus diuji keberadaannya. Dalam mengkaji objek, yang dicari adalah kebenaran, yakni persesuaian antara tahu dengan objek, dan karenanya disebut kebenaran objektif; bukan subjektif berdasarkan subjek peneliti atau subjek penunjang penelitian.
2.Metodis adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam mencari kebenaran. Konsekuensi dari upaya ini adalah harus terdapat cara tertentu untuk menjamin kepastian kebenaran. Metodis berasal dari kata Yunani “Metodos” yang berarti: cara, jalan. Secara umum metodis berarti metode tertentu yang digunakan dan umumnya merujuk pada metode ilmiah.
3.Sistematis. Dalam perjalanannya mencoba mengetahui dan menjelaskan suatu objek, ilmu harus terurai dan terumuskan dalam hubungan yang teratur dan logis sehingga membentuk suatu sistem yang berarti secara utuh, menyeluruh, terpadu , mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat menyangkut objeknya. Pengetahuan yang tersusun secara sistematis dalam rangkaian sebab akibat merupakan syarat ilmu yang ketiga.
4.Universal. Kebenaran yang hendak dicapai adalah kebenaran universal yang bersifat umum (tidak bersifat tertentu). Contoh: semua segitiga bersudut 180º. Karenanya universal merupakan syarat ilmu yang keempat. Belakangan ilmu-ilmu sosial menyadari kadar ke-umum-an (universal) yang dikandungnya berbeda dengan ilmu-ilmu alam mengingat objeknya adalah tindakan manusia. Karena itu untuk mencapai tingkat universalitas dalam ilmu-ilmu sosial, harus tersedia konteks dan tertentu pula.
Salah satu hal yang cukup menarik yang akan saya bahas adalah bagaimana seseorang mendapatkan pengetahuan atau biasa disebut epistemology. Epistemology berasal dari bahasa yunani, yaitu Episteme yang berarti pengetahuan, dari epistanai (untuk mengerti), dari epi + histanai (menyebabkan berdiri) dan Logos yang berarti teori atau ilmu. Didalam epistemology biasa akan disinggung pertanyaan besar seperti: Apa itu pengetahuan? Bagaimana pengetahuan tersebut diperoleh? Dari mana sumbernya? Apakah limitasinya? Apa yang diketahui manusia? Bagaimana kita mengetahui bahwa apa yang kita ketahui adalah benar?
Sehingga epistemology dapat dikategorikan sebagai satu cabang filsafat yang berfokus untuk menelusuri atau menganalisis sumber dan relasi pengetahuan yang kita terima. Hal ini akan bersinggungan dengan kebenaran, kepercayaan, dan pembenaran suatu proposisi. Dengan demikian, kita dapat mengetahui bagaimana pengetahuan itu diperoleh/dihasilkan dan juga mengkritisi pengetahuan-pengetahuan yang ada.
Berikut adalah diagramnya.
Epistemology ( levels of awareness)
Intellection
↑
Cogitation
↑
Sensation
The Upward Way of Knowing
Dalam diagram di atas digambarkan bagaimana seseorang mendapatkan pengetahuan. Dan kalau kita berbicara epistemology, kita tidak bisa lepas dari ontology (keberadaan realitas). Ontology membahas hakikat sesuatu dalam hal eksistensi dan esensi. Saya tidak akan membahas tentang ontology secara mendalam di sini. Kita hanya membatasi hanya sampai epistemology. Tapi untuk mengerti epistemology kita harus mengenal sedikit tentang ontology. Berikut diagramnya.
Ontology
(level of reality)
GOD
↓
Soul
↓
Bodies
Peran body dalam epistemology adalah tempat masuknya sensasi. Ini adalah hal yang ada pada setiap mahluk hidup untuk merasakan akan realitas di sekililingnya. Baik hewan maupun manusia dapat merasakan panas, dingin, terang, gelap dan sebagainya oleh sebab adanya tubuh/indera. Ini merupakan tingkat kesadaran yang paling sederhana.
Selanjutnya pada tahap cogitation, informasi yang masuk melalui sensasi kemudian dikumpulkan, dipilah, digabungkan, dinalar dengan kemampuan rasio manusia, sehingga menjadi yang namanya pengetahuan. Tahap cogitation itu sendiri merupakan proses penilaian terhadap objek fisik yang kelihatan melalui indera, sehingga pengetahuan yang diperoleh dalam tahap ini adalah lower reason/scientia/knowledge.
Proses cogitation ini merupakan respons dari pikiran manusia yang berdasar pada realitas GOD, atau dengan bahasa Plato dikenal sebagai ide (idea). Dalam ilustrasinya dikatakan, bagaimana manusia dapat melihat adanya kesamaan dari dua hal yang berbeda? Misalnya, manusia ketika melihat domba yang kakinya putus satu tetap akan mengatakan binatang itu sebagai domba, meskipun domba cacat itu jelas berbeda dengan domab-domba yang lain. Kenapa bisa demikian? Hal itu disebabkan karena segala realitas dalam dunia didasarkan pada Realitas GOD yang bersifat kekal sehingga manusia dapat menelaah realitas yang kelihatan ini. Itulah tahap cogitation.
Bagi Agustinus yang merupakan salah satu bapak gereja, pengetahuan yang didapat dari cogitation masih lebih rendah daripada intellection. Pengetahuan yang digumulkan , direnungkan, dan dikomtemplasikan dengan Tuhan (eternal Truth) barulah menjadi pengetahuan dalam arti yang sebenarnya, dan ini yang disebut sebagai tahap intellection. Tanpa kontemplasi terkait dengan Tuhan sebagai sumber Kebenaran, maka ini hanya akan menjadi pengetahuan informasi belaka.
Dalam ranah kajian filsafat, manusia seringkali terjebak pada perdebatan ekstrim antara empirisme dan sofisme. Empirisme menyatakan bahwa yang ada hanyalah materi dan hanya materilah yang bisa dijadikan sebagai kebenaran mutlak. Doktrin empirisme berlandaskan pada pengalaman dan persepsi indrawi. Kelemahan dari empiriseme adalah indra manusia terbatas dan dapat mengalami distorsi. Sofisme menyatakan bahwa yang ada hanyalah ide dengan pernyataan bahwa segala sesuatu terindrai adalah hasil pendefenisian ide, jadi ide yang paling benar. (biasa disebut idealisme platonian). Manusia sudah memiliki pengetahuan sebelum manusia lahir. Ketika manusia lahir, pengetahuan mengalami degradasi oleh karena itu manusia dalam prosesnya berpikirnya hanya proses pengingatan kembali. Contoh : Dejafu. Kelemahannya adalah 1.Tidak ada landasan yang pasti bahwa kita pernah berada dalam alam ide,2. kalaupun teori ini diasumsikan benar, tidak ada yang bisa menjelaskan apakah pengetahuan kita hari ini selaras dengan pengetahuan kita di alam ide, 3. Tidak diterangkan dimana ide dan materi itu menyatu saat kita lahir dan mengapa pada saat kita lahir mengapa pengetahuan kita mengalami degradasi.
Menurut Prof. Dr. Hasriadi M. Akin, manusia mampu mengembangkan pengetahuan karena dua hal
• Pertama, manusia mempunyai bahasa yang dapat dipakai untuk berkomunikasi
• Kedua, manusia mempunyai daya nalar, yang dipakai untuk mengembangkan pengetahuan dengan cepat dan mantap menurut suatu alur pikir tertentu
Dasar merupakan sesuatu yang paling awal atau mula-mula dalam hal tertentu. Dasar merupakan sesuatu yang sangat penting. Kenapa? Karena jika kalau tidak tahu awal atau dasarnya maka akan sulit untuk lanjut ke hal yang lebih mendalam. Jika kita mempunyai dasar yang kuat, maka kita tidak terlalu susah untuk lanjut ke hal yang lebih rumit dan mendalam. Kebanyakan dari penemu-penemu memiliki dasar-dasar yang kuat dalam bidangnya.
Bulletin Pillar 81 April 2010
images.himagri.multiply.multiplycontent.com/.../KERANGKA%20BERPIKIR%20ILMIAH.ppt?...
http://en.wikipedia.org/wiki/Epistemology
http://blog.unila.ac.id/pdih/files/2009/08/berfikir-nalar-prof-dr-hasriadi-m-akin.pdf
http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu
http://id.wikipedia.org/wiki/Pengetahuan
Pengetahuan yang lebih menekankan pengamatan dan pengalaman inderawi dikenal sebagai pengetahuan empiris atau pengetahuan aposteriori. Pengetahuan ini bisa didapatkan dengan melakukan pengamatan dan observasi yang dilakukan secara empiris dan rasional. Pengetahuan empiris tersebut juga dapat berkembang menjadi pengetahuan deskriptif bila seseorang dapat melukiskan dan menggambarkan segala ciri, sifat, dan gejala yang ada pada objek empiris tersebut. Pengetahuan empiris juga bisa didapatkan melalui pengalaman pribadi manusia yang terjadi berulangkali. Misalnya, seseorang yang sering dipilih untuk memimpin organisasi dengan sendirinya akan mendapatkan pengetahuan tentang manajemen organisasi.
Selain pengetahuan empiris, ada pula pengetahuan yang didapatkan melalui akal budi yang kemudian dikenal sebagai rasionalisme. Rasionalisme lebih menekankan pengetahuan yang bersifat apriori; tidak menekankan pada pengalaman. Misalnya pengetahuan tentang matematika. Dalam matematika, hasil 1 + 1 = 2 bukan didapatkan melalui pengalaman atau pengamatan empiris, melainkan melalui sebuah pemikiran logis akal budi.
Pengetahuan tentang keadaan sehat dan sakit adalah pengalaman seseorang tentang keadaan sehat dan sakitnya seseorang yang menyebabkan seseorang tersebut bertindak untuk mengatasi masalah sakitnya dan bertindak untuk mempertahankan kesehatannya atau bahkan meningkatkan status kesehatannya. Rasa sakit akan menyebabkan seseorang bertindak pasif dan atau aktif dengan tahapan-tahapannya.
Pengetahuan seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya:
Pendidikan
Pendidikan” adalah sebuah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok dan juga usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, maka jelas dapat kita kerucutkan sebuah visi pendidikan yaitu mencerdaskan manusia.
Media
Media yang secara khusus didesain untuk mencapai masyarakat yang sangat luas. Jadi contoh dari media massa ini adalah televisi, radio, koran, dan majalah.
Keterpaparan informsi
pengertian informasi menurut Oxfoord English Dictionary, adalah “that of which one is apprised or told: intelligence, news”. Kamus lain menyatakan bahwa informasi adalah sesuatu yang dapat diketahui. Namun ada pula yang menekankan informasi sebagai transfer pengetahuan. Selain itu istilah informasi juga memiliki arti yang lain sebagaimana diartikan oleh RUU teknologi informasi yang mengartikannya sebagai suatu teknik untuk mengumpulkan, menyiapkan, menyimpan, memanipulasi, mengumumkan, menganalisa, dan menyebarkan informasi dengan tujuan tertentu. Sedangkan informasi sendiri mencakup data, teks, image, suara, kode, program komputer, databases . Adanya perbedaan definisi informasi dikarenakan pada hakekatnya informasi tidak dapat diuraikan (intangible), sedangkan informasi itu dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, yang diperoleh dari data dan observasi terhadap dunia sekitar kita serta diteruskan melalui komunikasi.
Menurut Wikipedia Ilmu (atau ilmu pengetahuan) adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
Ilmu bukan sekedar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi.
Contoh: Ilmu Alam hanya bisa menjadi pasti setelah lapangannya dibatasi ke dalam hal yang bahani (materiil saja) atau ilmu psikologi hanya bisa meramalkan perilaku manusia jika membatasi lingkup pandangannya ke dalam segi umum dari perilaku manusia yang kongkrit. Berkenaan dengan contoh ini, ilmu-ilmu alam menjawab pertanyaan tentang berapa jauhnya matahari dari bumi, atau ilmu psikologi menjawab apakah seorang pemudi sesuai untuk menjadi perawat.
Kata ilmu dalam bahasa Arab "ilm" yang berarti memahami, mengerti, atau mengetahui. Dalam kaitan penyerapan katanya, ilmu pengetahuan dapat berarti memahami suatu pengetahuan, dan ilmu sosial dapat berarti mengetahui masalah-masalah sosial, dan lain sebagainya.
Berbeda dengan pengetahuan, ilmu merupakan pengetahuan khusus dimana seseorang mengetahui apa penyebab sesuatu dan mengapa. Ada persyaratan ilmiah sesuatu dapat disebut sebagai ilmu. Sifat ilmiah sebagai persyaratan ilmu banyak terpengaruh paradigma ilmu-ilmu alam yang telah ada lebih dahulu.
1.Objektif. Ilmu harus memiliki objek kajian yang terdiri dari satu golongan masalah yang sama sifat hakikatnya, tampak dari luar maupun bentuknya dari dalam. Objeknya dapat bersifat ada, atau mungkin ada karena masih harus diuji keberadaannya. Dalam mengkaji objek, yang dicari adalah kebenaran, yakni persesuaian antara tahu dengan objek, dan karenanya disebut kebenaran objektif; bukan subjektif berdasarkan subjek peneliti atau subjek penunjang penelitian.
2.Metodis adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam mencari kebenaran. Konsekuensi dari upaya ini adalah harus terdapat cara tertentu untuk menjamin kepastian kebenaran. Metodis berasal dari kata Yunani “Metodos” yang berarti: cara, jalan. Secara umum metodis berarti metode tertentu yang digunakan dan umumnya merujuk pada metode ilmiah.
3.Sistematis. Dalam perjalanannya mencoba mengetahui dan menjelaskan suatu objek, ilmu harus terurai dan terumuskan dalam hubungan yang teratur dan logis sehingga membentuk suatu sistem yang berarti secara utuh, menyeluruh, terpadu , mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat menyangkut objeknya. Pengetahuan yang tersusun secara sistematis dalam rangkaian sebab akibat merupakan syarat ilmu yang ketiga.
4.Universal. Kebenaran yang hendak dicapai adalah kebenaran universal yang bersifat umum (tidak bersifat tertentu). Contoh: semua segitiga bersudut 180º. Karenanya universal merupakan syarat ilmu yang keempat. Belakangan ilmu-ilmu sosial menyadari kadar ke-umum-an (universal) yang dikandungnya berbeda dengan ilmu-ilmu alam mengingat objeknya adalah tindakan manusia. Karena itu untuk mencapai tingkat universalitas dalam ilmu-ilmu sosial, harus tersedia konteks dan tertentu pula.
Salah satu hal yang cukup menarik yang akan saya bahas adalah bagaimana seseorang mendapatkan pengetahuan atau biasa disebut epistemology. Epistemology berasal dari bahasa yunani, yaitu Episteme yang berarti pengetahuan, dari epistanai (untuk mengerti), dari epi + histanai (menyebabkan berdiri) dan Logos yang berarti teori atau ilmu. Didalam epistemology biasa akan disinggung pertanyaan besar seperti: Apa itu pengetahuan? Bagaimana pengetahuan tersebut diperoleh? Dari mana sumbernya? Apakah limitasinya? Apa yang diketahui manusia? Bagaimana kita mengetahui bahwa apa yang kita ketahui adalah benar?
Sehingga epistemology dapat dikategorikan sebagai satu cabang filsafat yang berfokus untuk menelusuri atau menganalisis sumber dan relasi pengetahuan yang kita terima. Hal ini akan bersinggungan dengan kebenaran, kepercayaan, dan pembenaran suatu proposisi. Dengan demikian, kita dapat mengetahui bagaimana pengetahuan itu diperoleh/dihasilkan dan juga mengkritisi pengetahuan-pengetahuan yang ada.
Berikut adalah diagramnya.
Epistemology ( levels of awareness)
Intellection
↑
Cogitation
↑
Sensation
The Upward Way of Knowing
Dalam diagram di atas digambarkan bagaimana seseorang mendapatkan pengetahuan. Dan kalau kita berbicara epistemology, kita tidak bisa lepas dari ontology (keberadaan realitas). Ontology membahas hakikat sesuatu dalam hal eksistensi dan esensi. Saya tidak akan membahas tentang ontology secara mendalam di sini. Kita hanya membatasi hanya sampai epistemology. Tapi untuk mengerti epistemology kita harus mengenal sedikit tentang ontology. Berikut diagramnya.
Ontology
(level of reality)
GOD
↓
Soul
↓
Bodies
Peran body dalam epistemology adalah tempat masuknya sensasi. Ini adalah hal yang ada pada setiap mahluk hidup untuk merasakan akan realitas di sekililingnya. Baik hewan maupun manusia dapat merasakan panas, dingin, terang, gelap dan sebagainya oleh sebab adanya tubuh/indera. Ini merupakan tingkat kesadaran yang paling sederhana.
Selanjutnya pada tahap cogitation, informasi yang masuk melalui sensasi kemudian dikumpulkan, dipilah, digabungkan, dinalar dengan kemampuan rasio manusia, sehingga menjadi yang namanya pengetahuan. Tahap cogitation itu sendiri merupakan proses penilaian terhadap objek fisik yang kelihatan melalui indera, sehingga pengetahuan yang diperoleh dalam tahap ini adalah lower reason/scientia/knowledge.
Proses cogitation ini merupakan respons dari pikiran manusia yang berdasar pada realitas GOD, atau dengan bahasa Plato dikenal sebagai ide (idea). Dalam ilustrasinya dikatakan, bagaimana manusia dapat melihat adanya kesamaan dari dua hal yang berbeda? Misalnya, manusia ketika melihat domba yang kakinya putus satu tetap akan mengatakan binatang itu sebagai domba, meskipun domba cacat itu jelas berbeda dengan domab-domba yang lain. Kenapa bisa demikian? Hal itu disebabkan karena segala realitas dalam dunia didasarkan pada Realitas GOD yang bersifat kekal sehingga manusia dapat menelaah realitas yang kelihatan ini. Itulah tahap cogitation.
Bagi Agustinus yang merupakan salah satu bapak gereja, pengetahuan yang didapat dari cogitation masih lebih rendah daripada intellection. Pengetahuan yang digumulkan , direnungkan, dan dikomtemplasikan dengan Tuhan (eternal Truth) barulah menjadi pengetahuan dalam arti yang sebenarnya, dan ini yang disebut sebagai tahap intellection. Tanpa kontemplasi terkait dengan Tuhan sebagai sumber Kebenaran, maka ini hanya akan menjadi pengetahuan informasi belaka.
Dalam ranah kajian filsafat, manusia seringkali terjebak pada perdebatan ekstrim antara empirisme dan sofisme. Empirisme menyatakan bahwa yang ada hanyalah materi dan hanya materilah yang bisa dijadikan sebagai kebenaran mutlak. Doktrin empirisme berlandaskan pada pengalaman dan persepsi indrawi. Kelemahan dari empiriseme adalah indra manusia terbatas dan dapat mengalami distorsi. Sofisme menyatakan bahwa yang ada hanyalah ide dengan pernyataan bahwa segala sesuatu terindrai adalah hasil pendefenisian ide, jadi ide yang paling benar. (biasa disebut idealisme platonian). Manusia sudah memiliki pengetahuan sebelum manusia lahir. Ketika manusia lahir, pengetahuan mengalami degradasi oleh karena itu manusia dalam prosesnya berpikirnya hanya proses pengingatan kembali. Contoh : Dejafu. Kelemahannya adalah 1.Tidak ada landasan yang pasti bahwa kita pernah berada dalam alam ide,2. kalaupun teori ini diasumsikan benar, tidak ada yang bisa menjelaskan apakah pengetahuan kita hari ini selaras dengan pengetahuan kita di alam ide, 3. Tidak diterangkan dimana ide dan materi itu menyatu saat kita lahir dan mengapa pada saat kita lahir mengapa pengetahuan kita mengalami degradasi.
Menurut Prof. Dr. Hasriadi M. Akin, manusia mampu mengembangkan pengetahuan karena dua hal
• Pertama, manusia mempunyai bahasa yang dapat dipakai untuk berkomunikasi
• Kedua, manusia mempunyai daya nalar, yang dipakai untuk mengembangkan pengetahuan dengan cepat dan mantap menurut suatu alur pikir tertentu
Dasar merupakan sesuatu yang paling awal atau mula-mula dalam hal tertentu. Dasar merupakan sesuatu yang sangat penting. Kenapa? Karena jika kalau tidak tahu awal atau dasarnya maka akan sulit untuk lanjut ke hal yang lebih mendalam. Jika kita mempunyai dasar yang kuat, maka kita tidak terlalu susah untuk lanjut ke hal yang lebih rumit dan mendalam. Kebanyakan dari penemu-penemu memiliki dasar-dasar yang kuat dalam bidangnya.
Bulletin Pillar 81 April 2010
images.himagri.multiply.multiplycontent.com/.../KERANGKA%20BERPIKIR%20ILMIAH.ppt?...
http://en.wikipedia.org/wiki/Epistemology
http://blog.unila.ac.id/pdih/files/2009/08/berfikir-nalar-prof-dr-hasriadi-m-akin.pdf
http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu
http://id.wikipedia.org/wiki/Pengetahuan
Langganan:
Postingan (Atom)

